Senin, 18 Mei 2026

Berita Kendal

Perumahan Komunitas di Penyangkringan Kendal Jadi Jujugan Studi Banding 6 Provinsi

Perumahan Komunitas di Penyangkringan Kendal Jadi Jujugan Studi Banding 6 Provinsi

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Saiful Masum
Puluhan pejabat pemerintah kabupaten/kota meninjau langsung proses pembangunan rumah komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Pembangunan perumahan komunitas di Desa Penyangkringan, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal menjadi jujugan studi banding pemerintah daerah lain.


Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjuk Surakarta dan Kabupaten Kendal sebagai objek Horizontal Learning DAK Integrasi 2021 yang diikuti semua kabupaten/kota di Indonesia.


Sembilan belas kabupaten/kota dari 6 provinsi di antaranya melakukan pembelajaran langsung di lokasi pembangunan rumah komunitas Kendal yang dinilai terkonsep dengan baik.


Meliputi, Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan. 


Koordinator Bidang Perumahan pada  Kementerian PPN/Bappenas, Nurul Wajah Mujahid mengatakan, pembelajaran langsung ini sebagai media untuk mengetahui konsep program yang diterapkan Pemerintah Kendal


Dengan itu, peserta yang terdiri dari unsur Bappeda, Disperkim, dan Dinas Pekerjaan Umum tiap daerah bisa mereplikasi (meniru) apa yang dilakukan Pemerintah Kendal dalam menyediakan perumahan yang terjangkau dan terpadu. 


"Kami dari Bappenas memfasilitasi kegiatan ini dengan mengajak langsung 50-an peserta dari 19 kabupaten/kota."

"Tujuannya untuk melihat dan belajar bagaimana kegiatan ini direncanakan, disiapkan dan apa saja yang dilakukan pemerintah dan masyarakat," terangnya saat mengikuti peninjauan rumah komunitas, Selasa (28/11/2021).


Nurul berharap, dengan pembelajaran langsung ini dapat mempermudah pemerintah daerah lain dalam mereplikasi, menyempurnakan program serupa sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. 


Sehingga kabupaten/kota yang sudah siap bisa mengikuti jejak 11 kabupaten/kota yang mendapat dana DAK terintegrasi pembangunan rumah pada 2021. 


"Kami memfasilitasi itu bersama Kementerian PUPR. Pemda harus menyusun perencanaannya, diajukan, dan dinilai mana yang paling siap, memungkinkan dan punya program," jelasnya.


Nurul menegaskan, pada 2022 nanti ada empat program pembangunan serupa yang akan jadi percontohan.


"Prinsipnya, dananya ada tinggal kuncinya ada di pemerintah daerah masing-masing," tegas dia. 


Kepala Disperkim Kendal, M Noor Fauzie menyampaikan, pembangunan rumah komunitas di Penyangkringan sudah berjalan 85 persen.


Dengan target 170 unit rumah, pembangunan Ipal dan TPS3R selesai terbangun pada akhir Desember nanti. 


Kata dia, Horizontal Learning DAK Integrasi 2021 diikuti semua kabupaten/kota di Indonesia secara luring dan daring.


Hasil kunjungan akan dibahas kembali dalam pertemuan di Solo untuk merumuskan konsep yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. 


"Kabupaten Kendal termasuk daerah yang mendapatkan DAK Integrasi ini dari 11 daerah pada 2021."

"Alhamdulillah bisa dijadikan percontohan bersama Surakarta," terangnya. 


Diketahui, DAK Integrasi merupakan kolaborasi tiga bidang DAK (Air Minum, Sanitasi, Perumahan dan Permukiman) yang menjadi satu kesatuan utuh sehingga diharapkan dapat menuntaskan persoalan kumuh di lokasi permukiman warga.


Pemerintah mendorong penanganan permukiman kumuh terpadu melalui DAK Integrasi yang mulai dilaksanakan pada 2021 dengan memilih 11 kabupaten/kota. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved