Sabtu, 16 Mei 2026

DPRD Jateng

Mohammad Saleh Dukung Pengembangan Bus Listrik Trans Jateng: Lebih Ramah Lingkungan

penggunaan bus listrik menjadi langkah positif dalam mendorong sistem transportasi publik yang lebih efisien, modern, dan rendah emisi di Jawa Tengah

Tayang:
Editor: Abduh Imanulhaq
IST
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh mendukung rencana pengembangan armada bus listrik untuk layanan Trans Jateng sebagai bagian dari modernisasi transportasi massal yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Saleh, penggunaan bus listrik menjadi langkah positif dalam mendorong sistem transportasi publik yang lebih efisien, modern, dan rendah emisi di Jawa Tengah.

"Pengembangan bus listrik merupakan langkah yang baik untuk mendukung transportasi massal yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujarnya di Semarang.

Pemprov Jawa Tengah sendiri telah menyiapkan 14 unit bus listrik untuk pengembangan koridor baru Trans Jateng dengan rute Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Selain untuk pembukaan koridor baru, sebanyak 14 unit bus listrik juga disiapkan untuk program peremajaan armada Trans Jateng di koridor Bawen–Kota Semarang.

Saleh menilai, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung transportasi berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak pencemaran udara.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengembangan bus listrik juga harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung agar operasional layanan dapat berjalan optimal.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah untuk mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan penunjang, termasuk keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik strategis.

“Kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting. Jangan sampai armada sudah tersedia, tetapi fasilitas pendukungnya belum memadai,” tegas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut. 

Saleh juga menilai perlu adanya kajian matang terkait skema pengadaan dan operasional bus listrik agar implementasinya berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Saat ini, kedua skema pengembangan tersebut masih dalam tahap kajian untuk menentukan model penerapan yang paling tepat.

Menurut dia, pengembangan transportasi massal berbasis listrik juga dapat menjadi bagian dari upaya menekan kemacetan serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

“Kalau transportasi publik semakin nyaman dan modern, masyarakat tentu akan lebih tertarik menggunakan angkutan umum,” ujar Mohammad Saleh.

Selain aspek lingkungan, dia menilai modernisasi transportasi juga dapat memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Harapannya, transportasi publik di Jawa Tengah semakin maju, nyaman, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. (***)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved