Berita Slawi
Video Bencana Tanah Gerak dan Longsor Landa Padasari Tegal
Bencana Tanah Gerak dan Longsor Landa Padasari Kabupaten Tegal, 12 Rumah Warga Rusak Parah
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r
TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Berikut video bencana tanah gerak dan longsor landa Padasari Tegal.
12 rumah warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal mengalami kerusakan, sebagian karena bencana tanah bergerak dan sisanya tanah longsor.
Bencana tanah gerak dan juga tanah longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu (15/1/2022) lalu.
Tribun-Pantura.com, mencoba datang langsung ke lokasi pada Senin (17/1/2022) untuk melihat kondisi saat ini seperti apa.
Berkeliling ke beberapa rumah warga yang terdampak, kerusakan cukup parah terutama di bagian lantai yang masih menggunakan tanah.
Tidak hanya rumah warga, ternyata beberapa titik jalan desa juga ada yang mengalami keretakan akibat tanah bergerak Sabtu lalu.
Ditemui di lokasi, Kepala Desa Padasari, Mashuri menjelaskan, ada dua pedukuhan yang mengalami tanah bergerak yaitu di Dukuh Padareka RT 05/RW 01, dan Dukuh Tigasari RT 15/RW 03, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara.
Adapun rincian rumah yang mengalami rusak berat ada satu rumah, rusak sedang ada tiga rumah, dan delapan sisanya mengalami rusak ringan.
"Sebetulnya kejadian tanah bergerak dan longsor ini merupakan bencana yang sudah langganan terjadi setiap tahun nya terutama saat memasuki musim hujan."
"Sedangkan kali ini terjadi karena hujan dua hari berturut-turut," jelas Mashuri, pada Tribun-Pantura.com, Senin (17/1/2022).
Bahkan menurut Mashuri, ada satu rumah milik warga di Dukuh Padareka yang bangunan belakang rumahnya hilang karena longsor.
Ketinggiannya sendiri kurang lebih 3 meter dengan panjang 5 meter, dan kerugian ditafsir mencapai Rp 20 juta.
Selain itu, jalan menuju ke Dukuh Padareka dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 3 meter mengalami ambles.
Padahal setiap tahunnya, menurut Kades selalu diperbaiki dan sampai saat ini sudah ratusan kubik batu untuk perbaikan, tapi tanah tetap masih bergerak.
"Untuk rumah warga yang alami kerusakan parah rencana langsung dilakukan perbaikan dan kami dari Desa siap membantu," ujarnya.
Terpisah, pemilik rumah yang terdampak tanah bergerak, Nur Khasanah, bercerita pada saat kejadian ia bersama sang suami dan anak sedang berada di dalam rumah sekitar pukul 15.00 WIB dengan kondisi hujan deras.
Lalu tiba-tiba lantai di rumah yang memang masih beralas tanah ditutupi karpet tipis mulai retak dan semakin menjalar.
Dari yang awalnya di bagian depan atau ruang tamu menjalar sampai ke bagian dapur.
"Bukan kali pertama, sebelumnya sudah pernah mengalami tanah bergerak sekitar tahun 2013 lalu dan sudah diperbaiki."
"Kalau di rumah saya yang rusak atau terbelah di bagian depan dan dapur, ya sementara tidak mengungsi karena masih bisa ditempati, semoga tidak melebar ke bagian yang lain," jelas Khasanah.
Sementara itu, pemilik rumah yang terdampak tanah bergerak lainnya, Tamil, bercerita saat kejadian ia sedang berada di dalam rumah bersama sang anak.
Saat malam hari lantai di bagian depan mulai mengalami keretakan dan terus menjalar bahkan sampai ke bagian kamar.
Rumah Ibu Tamil termasuk yang mengalami kerusakan berat atau cukup parah, karena kedalamannya sendiri sampai batas lutut orang dewasa.
"Sementara saya tidak mengungsi dulu, masih ingin bertahan di rumah, karena ada bagian yang tidak kena dan masih bisa ditempati."
"Kalau yang rusak parah di bagian ruang depan dan kamar," tutur Tamil. (dta)