Selasa, 19 Mei 2026

Berita Kendal

Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Budidaya Jamur Tiram, Hasilnya Dipasarkan hingga Jakarta

Warga Binaan Lapas Terbuka Kendal Budidaya Jamur Tiram, Hasilnya Dipasarkan hingga Jakarta

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Dok Lapas Terbuka Kendal
Budidaya jamur tiram mulai dikembangkan di Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rabu (19/1/2022). 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal mengembangkan inovasi produktifitas dengan merambah ke budidaya jamur tiram.


Warga Binaan Lapas dilatih membudidayakan jamur tiram dan berhasil panen pertamanya pada, 17 Januari 2022 dari 650 baglog.


Uji coba budidaya jamur tiram ini diinisiasi staf kegiatan kerja Lapas, Charandi dengan melakukan studi banding di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada awal Desember lalu.


Hasil kunjungan mendapatkan 650 baglog berusia 45 hari, kemudian diaplikasikan sebagai sarana budidaya bagi warga binaan lapas.


Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Kendal, Puji Raharjo mengatakan, pelatihan budidaya jamur tiram dilakukan mulai dari pembuatan baglog atau media tanam, pemeliharaannya, hingga cara memanen dan mengemas jamur.


Pengetahuan yang didapat dari warga Desa Cukil ditiru untuk dikembangkan di lingkungan Lapas Terbuka Kendal.


Dengan harapan, dapat menambah wawasan dan pengalaman warga binaan lapas sebagai bekal kembali ke lingkungan masyarakat.


Di samping juga diajarkan cara bercocok tanam, beternak, dan budidaya ikan air tawar.


"Perawatan dan pemeliharaan jamur dikerjakan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas," terangnya, Rabu (19/1/2022).


Puji menuturkan, budidaya jamur tiram ini cukup mudah, meski membutuhkan ketelitian.


Untuk menjaga kelembapan, diperlukan penyiraman rutin satu hari sekali saat musim hujan, dan 3 kali sehari saat musim kemarau.


Jamur siap panen setelah berumur satu bulan pemeliharaan intens. 


"Rencana ke depan, Lapas Terbuka Kendal akan membuat drum peng-ovenan sendiri."

"Berfungsi untuk pembuatan baglog, sehingga akan mempermudah pengembangan budidaya jamur tiram di Lapas," terangnnya.


Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Rusdedy menambahkan, rencana pengembangan budidaya ini dengan pembutan mesin oven mandiri untuk memproduksi baglog jamur lebih banyak.


Targetnya, dari 650 baglog yang ada bisa bertambah hingga 10.400 baglog dalam waktu dekat.


Dengan itu, produksi jamur tiram yang mulai dirintis bisa lebih maksimal.


"Hasil budidaya jamur tiram di Lapas Terbuka Kendal ini sudah diminta oleh penampung untuk dipasarkan hingga ke Jakarta, dan beberapa daerah lainnya," tutur Rusdedy. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved