Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Ihwal Perpanjangan PPKM, Ganjar Sebut sebagai Sistem Kontrol Paling Baik

Ihwal Perpanjangan PPKM, Ganjar Sebut sebagai Sistem Kontrol Paling Baik

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
IST
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mempimpin rapat evaluasi Covid-19 di kantornya, Senin (3/1/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung langkah pemerintah pusat memperpanjang PPKM hingga 31 Januari.

PPKM, menurut Ganjar, jadi sistem kontrol yang tepat dalam menghadapi sebaran kasus Covid-19 varian Omicron.

"Memang sistem kontrol itu yang paling baik, kita setuju," kata Ganjar, dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Ganjar mengatakan dengan perpanjangan PPKM ini masyarakat yang semula merasa dan beranggapan bahwa Covid-19 sudah landai untuk kembali waspada.

"Seolah-olah ini sudah selesai padahal omicron ini sedang ramai-ramainya dan grafiknya mulai meningkat, maka sebenarnya kendali ppkm memang penting."

"Maka yang saya katakan ini wake up call agar 'hey hey ada loncengnya lho ini semua siaga lho'," ucap Ganjar.

Untuk itu, Ganjar meminta masyarakat kembali mengaktifkan Jogo Tonggo. Satgas, kata Ganjar juga harus terus bergerilya terutama untuk mengingatkan kembali masyarakat tentang protokol kesehatan.

Serta percepatan vaksin, dengan prioritas anak usia 6-11 tahun, para lansia dan orang dengan komorbid.

"Karena ini kelompok rentan. Rata-rata dari kasus yang ada ini yang mendapatkan situasi cukup fatal mereka belum divaksin," ujarnya.

Ganjar juga terus berkoordinasi dengan para Bupati dan Wali Kota serta meminta rumah sakit untuk terus meng-update data kasus.

"Saya minta tolong untuk diupdate terus menerus, tapi alat WGS (Whole Genome Sequencing) kita minta untuk bisa lebih cepat," kata Ganjar.

Upaya itu dilakukan dengan harapan temuan varian Omicron dapat diketahui lebih cepat.

Ganjar mengatakan, pengalaman di daerah yang ditemukan varian Omicron ternyata pasiennya sudah sembuh.

"Problemnya satu, ini waktu ngetesnya lama, maka beberapa kasus kemarin yang ditemukan seperti di Semarang umpama, saya komunikasi dengan para bupati/wali kota."

"Pak Hendi juga udah menjelaskan, ketika kita umumkan ke publik pasiennya udah sembuh, terus kemudian yang di Cilacap, Pekalongan juga kita sampaikan, rata-rata mereka udah sembuh," ujarnya.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved