Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Acara Nur Sugik di Sokaraja Banyumas Dibubarkan Paksa

Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial Facebook terlihat kerumunan orang tengah beradu mulut.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Video pertemuan yang diketahui dihadiri oleh Nur Sugik atau Sugik Nur Raharja alias Gus Nur, di Sokaraja, Banyumas, Jumat (28/1/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial Facebook terlihat kerumunan orang tengah beradu mulut.


Diketahui kerumunan orang itu dihadiri oleh Nur Sugik atau Sugik Nur Raharja alias Gus Nur.

Seperti yang diketahui Nur Sugik dikenal pada beberapa tahun terakhir karena kasus ujaran kebencian dan dianggap sebagai penceramah kontroversial.

Peristiwa pembubaran yang diikuti Nur Sugik itu terjadi di Sokaraja, dan viral karena dibubarkan oleh beberapa Ormas.

Wakil Ketua Patriot Garuda Nusantara Banyumas, Gangsar Miijil Saputra mengatakan dirinya memang yang terlihat dalam video tersebut.

Ia mengatakan peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah di Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Jumat (28/1/2022).

"Itu setelah Jumatan.

Kami mendapat informasi ada kumpulan orang-orang di sebuah tempat di Sokaraja Kulon.

Kami bersama Banser dan Ansor dan ternyata disana ada sekitar 50 orang.

Kami juga lihat ada Nur Sugik," ujarnya saat ditemui Tribunbanyumas.com, Sabtu (29/1/2022).

Ia menyebut ingin masuk melihat kegiatan apa yang dilakukan oleh Nur Sugik

"Kami tidak bermaksud membubarkan. 

Awalnya kami bermaksud baik-baik, menanyakan apa yang dilakukan," jelasnya.

Ia bersama pemuda dari Banser dan Ansor mengaku ingin mengetahui apa yang dilakukan.

Karena menurutnya latar belakang Nur Sugik yang kerap tersangkut kasus ujaran kebencian pada NU.

"Awalnya saya masuk, karena rekan saya yang sudah masuk dibentak-bentak.

Lalu saya diinjak kakinya dan disikut perutnya. 

Terjadilah cekcok tersebut," imbuhnya.

Berdasarkan pengakuannya, diketahui acara kumpul-kumpul  itu juga tidak berizin.

"Karena Nur Sugik kerap menyebarkan ujaran kebencian pada NU, Banser dan Ansor.

Kemudian acaranya tanpa izin.

Setelah ditunggu beberapa lama usai cekcok seperti yang terlihat di video yang viral, perkumpulan akhirnya membubarkan diri," katanya.

Kapolsek Sokaraja, AKP Trisno mengatakan  kegiatan tersebut memang benar belum berijin.

"Ya kami memang tidak tahu.

Kumpulan itu tidak ada pemberitahuan ataupun ijin. 

Kami tidak tahu," ungkapnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved