Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Slawi

Video Kuliner Unik Asal Tegal Gethuk Bakar Milenial Gutella

Owner Gutella Singkong Keju, Imam Rudi Aji, mengungkapkan awal mula muncul ide membuat getuk bakar dan sejak kapan memulai usaha kuliner unik tersebut

Tayang:
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Berikut video Kuliner Unik Asal Tegal Gethuk Bakar Milenial Gutella

Jika biasanya tampilan getuk bewarna coklat tua, berbentuk bulat, dan digoreng, berbeda dengan getuk ala Gutella singkong keju Tegal yang membuat varian bakar dengan tampilan berbentuk persegi panjang dan tambahan toping. 

Tak hanya getuk yang dibuat beda karena dibakar, untuk tampilan wadah atau packaging nya pun dibuat lebih kekinian karena terbuat dari kardus bewarna coklat muda.

Owner Gutella Singkong Keju, Imam Rudi Aji, mengungkapkan awal mula muncul ide membuat getuk bakar dan sejak kapan memulai usaha kuliner unik tersebut.

Imam bercerita, ide muncul karena melihat bahan baku singkong yang sangat melimpah di daerah rumahnya.

Mengingat Imam sendiri merupakan warga Desa Rembul, RT 06/RW 02, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Memanfaatkan bahan baku yang melimpah tapi belum ada sumber yang bisa mengolah, maka Imam berinisiatif untuk mengolahnya hingga tercipta lah produk kuliner getuk bakar.

"Getuk ini kan memang ciri khas Jawa Tengah khususnya Magelang, Purwokerto, nah saya ingin coba menghadirkan getuk di Tegal dengan rasa dan tampilan berbeda dari biasanya. Tapi alhamdulillah respon masyarakat cukup bagus," ungkap Imam, saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (31/1/2022) kemarin.

Kuliner getuk bakar milenial ini, menurut Imam mulai dipasarkan sejak setahun terakhir.

Sempat berhenti berjualan karena terdampak pandemi Covid-19, namun akhirnya sudah kembali buka karena untuk lokasi gerai atau outlet Gutella berada di DTW Guci Tegal tepatnya arah Pancuran 13.

Adapun dalam proses produksi, Imam masih mengerjakan sendiri dibantu sang isteri. Ia pun berharap kedepan bisa memiliki karyawan untuk membantu kinerja supaya lebih efisien.

"Harga yang kami tawarkan Rp 20 ribu per box dengan isi 15 potong getuk. Sementara baru ada getuk original dan yang plus toping (keju, kacang, wijen, krim coklat), tapi kedepan kami akan kembangkan lagi ada ubi ungu, coklat, dan isi rendang," jelasnya.

Untuk proses produksi, lanjut Imam, awalnya singkong dikupas kulitnya, kemudian dicuci dan lanjut direbus.

Setelah matang, singkong langsung diangkat (ditiriskan) kemudian digiling menggunakan alat khusus dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya, seperti kelapa, gula, margarin, garam, dan tambahan susu.

"Karena saya hanya berdua dengan isteri, maka per harinya baru bisa memproduksi 50 porsi getuk bakar, atau jika dihitung per potong jumlahnya sekitar 750 potongan getuk," ujarnya. (dta)

 

TONTON TERUS VIDEO POPULER LAINYYA :

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved