Berita Semarang
Museum Kota Lama Semarang Sudah Mulai Buka Hari Ini, Cari Info Tiketnya Di Sini
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan, Museum Kota Lama yang berlokasi di Bubakan bisa dinikmati oleh masyarakat mulai Kamis (10/2/2020).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan Museum Kota Lama Semarang yang berada di bundaran Bubakan, Rabu (9/2/2022).
Museum tersebut berisi benda-benda serta cerita sejarah Kota Semarang yang dikombinasikan dengan teknologi imersif.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Museum Kota Lama akan segera dibuka untuk umum. Setidaknya, museum bisa dinikmati oleh masyarakat mulai Kamis (10/2/2020) sembari dipersiapkan lebih matang oleh Disbudpar.
Sejauh ini, tiket masuk masih gratis selama satu hingga dua bulan ke depan.
Setelah itu, Pemerintah Kota Semarang akan segera merumuskan tiket masuk bagi pengunjung.
Baca juga: Video Diskominfo Batang Beri Kejutan ke Wisma PWI Peringatan Hari Pers
Baca juga: Stok Pupuk Subsidi di Kabupaten Tegal Tahun 2022 Mencapai 44.354 Ton
Baca juga: Tangan Terlihat Bengkak Usai Jatuh dari Bersepeda, Gubernur Ganjar Pranowo: Tidak Apa, Sudah Membaik
"Paling tidak dibuka besok. Hari ini masih ada penataan di dalam. tadi juga guidenya masih belajar. Mudah-mudahan besok bisa dibuka," ucap Hendi, sapaannya.
Museum Kota Lama dibangun oleh Kementerian PUPR dengan menelan anggaran Rp 3,9 miliar.
Kemudian, isi museum digarap oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.
Hendi menyebutkan, museum ini berisi sejarah Kota Semarang mulai 1547 saat didirikan hingga sekarang.
Ada visualisasi trem serta peninggalan insitu stasiun bawah tanah pada zaman dulu.
Menurutnya, museum ini benar-benar menggambarkan kota saat terbentuk menjadi Semarang.
Museum ini menjadi tambahan destinasi wisata baru di Kota Semarang khususnya di kawasan Kota Lama.
Masyarakat yang ingin mengetahui sejarah Kota Semarang bisa berkunjung ke museum ini.
"Saya bersyukur Museum Kota Lama yang dibantu Kementerian PUPR sudah tuntas. Sudah ada isi di dalamnya. Tinggal diatur mekanismenya supaya masyarakat bisa ikut datang kesini, bisa nonton. Mereka tidak berkerumun pada saat-saat ini. Mesti ada pengaturan di wilayah ini dengan baik," paparnya.
Destinasi baru ini memang mengusung teknologi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Museum-Kota-Lama-102.jpg)