Berita Kudus
Pembelajaran Tatap Muka di Kudus Masih Berlangsung, Satgas Covid-19 Diminta Waspada
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus akan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jika ditemukan satu kasus Covid-19.
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus akan menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jika ditemukan satu kasus Covid-19.
Berdasarkan tracing acak yang sudah dilakukan, pihaknya tidak menemukan kasus Covid-19 di sekolah.
Kepala Disdikpora Kudus, Harjuna Widada menjelaskan, hingga saat ini pihaknya tidak pernah menemukan kasus Covid-19 di sekolah.
"Klaster sekolah aman," ujar dia.
Hasil dari uji sampel di SMP 1 dan 2 Jekulo kepada 80 anak, seluruhnya negatif.
Baca juga: Polisi Buru Sindikat Pelaku Pembobolan Maling di Kamar Kos Tambakaji Semarang
Baca juga: Absen Piala AFF U23 2022, Timnas Indonesia Kini Sasar Naik Peringkat FIFA
"Hasilnya uji sampel negatif, kalau ada langsung PTM ditutup sementara," jelas dia.
Pihaknya sudah mengingatkan kepada setiap sekolah untuk mewaspadai melonjaknya kasus Covid-19.
Satgas Covid-19 di sekolah, diharapkan dapat secara tegas melakukan pengetatan terhadap protokol kesehatan.
Misalnya, mengecek suhu tubuh anak sebelum masuk gerbang sekolah dan memastikan setiap anak memakai masker.
Di dalam lingkungan sekolah, Satgas Covid-19 rutin mengingatkan siswa dilarang untuk berkerumun.
"Satgas kami minta ketat untuk mengawasi prokes di sekolah," ujar dia.
Bupati Kudus, HM Hartopo, meminta agar sekolah mengoptimalkan satgas yang ada. Diutamakan, satgas bukan dari kalangan guru sehingga tidak berbenturan dengan jam mengajar.
"Satgas yang bertugas hanya dua orang dan belum optimal. Tugas satgas itu penting memastikan guru dan siswa taat prokes selama kegiatan belajar mengajar. Jadi jangan dari kalangan guru," ucapnya.
Hartopo menuturkan agar sekolah merekrut atau menugaskan orang khusus untuk Satgas Covid-19.
Pasalnya, pengecekan suhu tidak hanya saat siswa datang dan pulang sekolah saja. Tapi juga memantau penerapan protokol kesehatan para siswa yang berada di luar kelas saat jam pelajaran.
Satgas Covid-19 juga harus bertugas saat ada tamu yang datang ke sekolah.
"Kalau Satgas berada di kantor nanti siapa yang akan memastikan protokol kesehatan siswa yang berada di luar kelas? Satgas Covid-19 harus selalu siaga," tuturnya.
Baca juga: Polisi Buru Sindikat Pelaku Pembobolan Maling di Kamar Kos Tambakaji Semarang
Baca juga: Pemkab Kudus Siaga, Angka Lonjakan Kasus Covid-19 Pekan Ini Terbilang Drastis
Baca juga: Ramai Cibiran Netizen, Ini Kritik Buat Puan Maharani: Matikan Mic hingga Gubernur yang Bikin Kesal
Sekolah yang belum mengoptimalkan Satgas Covid-19 akan diperingatkan. Kalau belum ada evaluasi, sekolah akan ditutup sementara.
Potensi penyebaran Omicron yang lebih cepat dibanding Delta harus menjadi perhatian agar sekolah lebih waspada.
"Protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan baik. Jangan sampai kita kecolongan lagi," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/122-HM-Hartopo-1.jpg)