Berita Jateng

Warga Terganggu, Karaoke di Bugel Jepara Digeruduk, 6 LC dan 13 Botol Miras Diamankan

Sejumlah warga Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara mendatangi tempat karaoke, Rabu, (23/2/2022) malam.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Moch Anhar
Dokumentasi Polsek Wedung Jepara
Sejumlah warga, Pemdes Bugel, dan aparat keamanan mendatangi tempat karaoke. Warga resah dan meminta tempat hiburan itu ditutup. 

TRIBUNPANTURA.COM, JEPARA - Sejumlah warga Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara mendatangi tempat karaoke, Rabu, (23/2/2022) malam.

Warga setempat menilai keberadaan tempat karaoke itu telah menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketentraman masyarakat. 

Pemerintah desa juga telah membuat kesepakatan dengan pihak pengelola karaoke, pada Rabu (23/2/2022) siang. Dalam kesepatakan itu tertuang larangan beroperasi tempat karaoke.

Namun, beberapa jam setelah meneken kesepakatan itu, pengelola ingkar janji sehingga membuat warga setempat geram.

Baca juga: Video Ratusan Sopir Truk Blokade Jalur Pantura Batang, Lalu Lintas Macet Total

Baca juga: Bus Pariwisata Terjun ke Sungai di Somagede Banyumas, Warga Sekitar Mendengar Suara Hantaman Keras

”Tadi malam kami melaksanakan kegiatan pendampingan dalam rangka memastikan apakah yang sudah disepakati antara pihak pengelola kafe (tempat karaoke) dan pemdes, yang sudah dilaksanakan siangnya, apakah kesepakatan sudah dijalani apa belum. 

Sehingga Pemdes Bugel, Polsek Kedung, dan masyarakat memastikan betul. Kenyataan di lapangan (pengelola karaoke) masih melaksanakan operasi seperti biasanya,” kata Kapolsek Kedung AKP Agus Nurhadi, Kamis (24/2/2022).

Untuk meredam situasi di lapangan, kata Agus, pihaknya pun kemudian menutup tempat karaoke itu dan mengamankan barang bukti berupa 6 LC (Ladies Companion/Pemandu Lagu) dan 13 botol minuman keras. Barang bukti itu kemudian dibawa ke Polsek kedung.

Agus menerangkan pihaknya melakukan pembinaan terhadap 6 LC tersebut. Setelah dibina, mereka disuruh pulang ke rumah masing-masing.

Menurutnya setelah kejadian semalam, karaoke di desa tersebut sudah tidak boleh beroperasi lagi.

Baca juga: Pratama Arhan Masih Akan Memperkuat PSIS, Siap Tampil Lawan Borneo FC

Baca juga: Cegah Peretasan dan Serangan Hacker, Pemkab Batang Bentuk Tim Penanggulangan Keamanan Siber

Berdasasrkan keterangan yang ia terima, tempat hiburan itu telah beroperasi selama 1 tahun lebih.

Karena sudah mengganggu masyarakat, Pemerintah Desa meminta tempat karaoke itu ditutup. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved