Breaking News:

Berita Tegal

Ibu Rumah Tangga di Tegal Mengeluh, Harga Daging Sapi Capai Rp 125 Ribu per Kilogram

Harga daging sapi di pasar tradisional Kota Tegal, mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Moch Anhar
TRIBUNPANTURA.COM/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Masyarakat sedang membeli daging sapi di Pasar Pagi Kota Tegal, Sabtu (26/2/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Harga daging sapi di pasar tradisional Kota Tegal, mengalami kenaikan dalam empat hari terakhir.

Kini harganya Rp 125 ribu per kilogram. 

Padahal sebelumnya, harga daging sapi masih Rp 115 ribu per kilogram. 

Seorang pedagang, Zulia (53) mengatakan, harga daging sapi mengalami kenaikan sejak empat hari yang lalu.

Ia menduga, kenaikan tersebut disebabkan karena minimnya pasokan daging dari peternak. 

Baca juga: Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga 3, Persipa Pati Satu Grup dengan Klub Milik Prilly Latuconsina

Baca juga: Pompa Kemampuan Tempur, Satuan Kodam IV/Diponegoro Gelar Latihan di Alun-Alun Karanganyar

Akibat berkurangnya stok tersebut, harga daging pun jadi naik.

Menurut Zulia, saat ini pedagang hanya mendapatkan pasokan daging sebanyak 20 kilogram per hari. 

Padahal biasanya, pasokan daging per hari mencapai 40 kilogram.

"Empat hari lalu masih Rp 115 ribu sampai Rp 120 ribu per kilogram. Sekarang per kilogramnya sudah Rp 125 ribu," kata Zulia, pedagang Pasar Pagi Kota Tegal, Sabtu (26/2/2022). 

Kenaikan harga daging sapi tersebut, juga dikeluhkan oleh pembeli yang mayoritas ibu rumah tangga. 

Seorang warga, Maryam (42) mengatakan, kenaikan harga daging sapi sudah mahal.

Baca juga: Polisi Datangi Pabrik Garmen di Semarang Ajak Ribuan Karyawan Ikut Vaksin

Baca juga: Unika Diskusi Penggunaan Metode Geoframe Pada Tanah Berkontur pada Proyek Perumahan di Batang

Padahal belum momen bulan puasa dan lebaran. 

Biasanya, saat-saat ini masih stabil. 

Kenaikan terjadi saat bulan puasa jelang lebaran. 

Ia berharap, pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga daging sapi. 

Hal itu memberatkan masyarakat. (*) 


Karena saat ini kebutuhan lainnya pun sedang mahal dan susah, seperti minyak dan tempe. 


"Kami berharap ada upaya menstabilkan harga. Kalau ada kenaikan ya jangan terlalu tinggi," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved