Berita Tegal
Video Dua Persimpangan Jadi Lokasi Rawan Kecelakaan di Kota Tegal
Kota Tegal memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: restu dwi r
TRIBUN-PANTURA.COM, TEGAL - Berikut video Dua Persimpangan Jadi Lokasi Rawan Kecelakaan di Kota Tegal
Kota Tegal, daerah pesisir Pantura bagian barat Jawa Tengah, memiliki sejumlah titik rawan kecelakaan atau black spot yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Titik rawan tersebut berada di persimpangan padat penduduk dan menjadi perlintasan kendaraan-kendaraan berat.
Korbannya, rata-rata pengendara sepeda motor yang kurang berhati-hati.
Berikut lokasi rawan kecelakaan atau black spot di Kota Tegal:
1. Persimpangan Pasar Anyar/ Pasar Martoloyo
Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Aryanindita Bagas Satwika mengatakan, black spot pertama berada di Persimpangan Pasar Anyar Kota Tegal.
Kerawanan di lokasi tersebut, dipicu karena banyaknya gang-gang kecil.
Ia menilai, banyak pengguna sepeda motor kurang berhati-hati.
Tiba-tiba menyelonong keluar gang tanpa berhenti dan menengok kanan kiri.
Sehingga korban kecelakaan rata-rata adalah pengendara sepeda motor.
"Jadi di sana sering kendaraan roda dua nyelonong tidak melihat kanan dan kiri," kata AKP Bagas kepada tribunjateng.com, Rabu (9/3/2022).
Hal itu juga dikatakan oleh Eko Ari Susanto (54), warga setempat yang sehari-hari berjualan minuman ringan di Persimpangan Pasar Anyar.
Ia mengatakan, kecelakaan besar yang melibatkan sesama mobil jarang terjadi.
Kecelakaan rata-rata dialami oleh pengendara sepeda motor yang lalai.
Mereka keluar dari gang perkampungan tapi tidak berhenti dan menengok kanan kiri dulu.
"Karena kurang hati-hati dan lalai".
"Yang kecelakaan yang mau keluar dari gang," ujarnya.
2. Persimpangan Pelabuhan atau KUD Karya Mina
Titik rawan kecelakaan kedua berada di sepanjang Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) hingga Persimpangan Pelabuhan Kota Tegal.
Ada tiga faktor penyebab di lokasi tersebut.
Pertama karena gelapnya penerangan lampu jalan, lajur jalan hanya dua, dan karena padatnya aktivitas masyarakat.
AKP Bagas menjelaskan, Jalingkut hingga Persimpangan Pelabuhan Tegal rawan kecelakaan karena di sana minim penerangan.
Faktor lain karena jalan di lokas tersebut hanya ada dua lajur.
Sehingga kecelakaan lalu lintas juga berpotensi terjadi saat kendaraan saling menyalip atau mendahului.
"Di sana rawan saat mobil-mobil saling menyalip".
"Sudah tidak ada lajur lagi untuk menghindar dari arah berlawanan," jelasnya.
Pemilik tambal ban di sekitar lokasi, Nur (27) mengatakan, faktor lain yang menyebabkan kerawanan disebabkan karena padatnya aktivitas masyarakat.
Banyak pengendara sepeda motor yang kurang hati-hati dan sabar saat akan menyebrang.
Padahal Persimpangan Pelabuhan tata letaknya cukup membingungkan masyarakat.
"Persimpangannya membingungkan".
"Jarak tempat penyeberangan dan lampu lalu lintas cukup jauh".
"Jadi banyak yang kurang sabar," katanya.
Nur mengatakan, kecelakaan paling parah pernah terjadi dua tahun terakhir.
Kaki seorang pengendara motor hingga terlindas truk tronton.
"Kalau menurut saya semestinya ada fly over".
"Jadi kendaraan besar lewat atas, kendaraan kecil lewat bawah," ujarnya.
Imbauan untuk Masyarakat
AKP Bagas mengimbau, masyarakat harus meningkatkan ketertiban dalam berkendara terutama di jalur rawan kecelakaan.
Karena korban kecelakaan di dua lokasi tersebut cukup banyak.
Dalam dua tahun terakhir, ada 11 kejadian kecelakaan di Persimpangan Pasar Anyar Kota Tegal.
Begitu juga di Persimpangan Pelabuhan atau KUD Karya Mina, juga tercatat ada 11 kejadian.
"Jadi pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada masyarakat untuk selalu tertib pada saat berkendara".
"Patuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas," pesannya. (fba)