Berita Slawi

Video Rujak Teplak Yu Sariah Kuliner Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Slawi

Sekarang ini, jika berkunjung ke Kabupaten Tegal tidak hanya menikmati destinasi wisata alam saja, tapi juga bisa berburu kuliner enak

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r

Cabang utama ada di Desa Kesuben Lebaksiu, cabang kedua ada di Jatibarang Brebes, dan cabang ketiga ada di Slawi.

"Saya bisa menyebut kalau harga bakso dan mie ayam di tempat kami termurah. Karena harganya mulai dari Rp 3 ribu sampai yang paling mahal Rp 5 juta.

Kami juga menyediakan hampir 60 pilihan menu, sehingga konsumen bisa sepuasnya memilih bakso atau mie ayam apa saja.

Tapi yang paling baru kami membuat bakso lobster dengan harga terjangkau yaitu Rp 20 ribu per porsi," ungkap Jimi. 

Jam operasional kedai bakso dan mie ayam R3 buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Bagi anda yang ingin mencoba sensasi makan bakso dengan berbagai jenis dan mie ayam di kedai bakso mie ayam R3 cabang Kesuben tidak perlu khawatir.

Karena lokasinya memang tidak tepat di pinggir jalan raya, namun cukup mudah untuk dijangkau.

Jika anda dari arah Slawi atau Kota Tegal, maka anda hanya perlu mengikuti jalur ke arah Lebaksiu. Setelah melewati patung GBN Lebaksiu, masih lurus terus sampai anda menemukan gerbang Desa Kesuben di kanan jalan.

Setelah anda menemukan Gerbang Desa Kesuben di kanan jalan, masuk saja ke dalam gang tersebut dan lurus terus sampai kurang lebih 300 meter.

Nanti anda akan menemukan SDN Kesuben 01 dan lokasi Kedai bakso dan mie ayam R3 ada di sebrangnya atau tepat di depan SD tersebut. 

4. Pecel Pincuk Madiun dan Soto Daging Madura 

Tidak perlu jauh-jauh jika ingin menikmati masakan Jawa Timuran seperti Rawon Surabaya, Pecel Pincuk Madiun, dan Soto Daging Madura yang memiliki ciri khas kuah bewarna kuning ini karena di Slawi Kabupaten Tegal anda bisa menemukannya.

Masalah cita rasa tak perlu diragukan, mengingat pemilik sekaligus yang meracik bumbu asli warga Surabaya Jawa Timur.

Lapak yang menjual masakan khas Jawa Timur yang dimaksud yaitu Pecel Pincuk Madiun, dikelola oleh pasangan suami isteri Menik Wulandari dan Timur Risjohan.

Membuka lapak jualan sejak tahun 2019, Wulan bersama sang suami memanfaatkan kendaraan motor roda tiga Viar (tossa Viar) yang mereka sulap menjadi tempat berjualan sekaligus meletakkan semua peralatan, menu masakan yang sudah matang dan siap dijual ke pelanggan.

Lapak Pecel Pincuk Madiun milik Wulan ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB - 10.00 WIB. 

Lokasinya berada di Jalan Dr. Soetomo Slawi atau tepatnya di depan Kantor Dinas Permades Kabupaten Tegal.

Tidak hanya menjual Pecel Pincuk Madiun saja, tapi tersedia menu khas Jatim lainnya seperti Rawon Surabaya, dan Soto Daging Madura.

"Harga yang saya tawarkan mulai Rp 10 ribu sampai Rp 17 ribu per porsi. Harga tersebut sudah termasuk minuman teh baik tawar atau manis," katanya. 

Selain memiliki cita rasa yang berbeda, hal lain yang menjadi ciri khas Pecel Pincuk Madiun yaitu wadah nya menggunakan daun jati.

Wulan mengatakan, dengan menggunakan daun jati pecel jauh lebih enak dan tidak ada bau kertas atau lainnya. Selain itu untuk makanan juga jauh lebih awet.

Katakan konsumen membeli pecel pada pagi hari, dan baru dimakan sore hari karena dibungkus dengan daun jati makanan tidak basi dan masih enak dimakan. 

5. Es Dawet Beras bu Dariah 

Ketika Kabupaten Banjarnegara memiliki minuman khas dawet ayu, maka di Tegal juga ada yaitu dawet beras yang cita rasanya tentu berbeda. 

Dari banyaknya penjual dawet beras khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, satu yang masih eksis dan bertahan sampai sekarang yaitu bu Dariah yang biasa mangkal di depan Toko mas Sumber Jaya, Pasar Trayeman Slawi. 

Bahkan Dariah mengaku sudah berjualan es dawet beras sekitar 20 tahun lalu, tepatnya sepulang ia merantau dari Jakarta. 

Dariah membuka lapak setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai sehabisnya, atau ketika toko di sekitarnya sudah pada tutup maka ia baru pulang biasanya sore hari. 

"Saya dari dulu selalu jualan atau mangkal disini tidak pernah pindah-pindah, ya sudah 20 tahunan lebih. Bahkan saya jualan mulai pas harga Rp 500 sampai saat ini Rp 5.000 per gelas nya," jelas Dariah. 

Meskipun jenis minuman semakin bervariasi dan penjual es dawet beras juga banyak dimana-mana, tapi Dariah mengaku tidak merasa keberatan karena ia sudah memiliki pelanggan setia.

Es dawet beras juga masih diminati banyak orang, dalam artian masih banyak dicari meskipun lokasi penjualnya sendiri biasa ada di pasar-pasar tradisional. 

6. Es Dawet Hitam Clegug 

Kuliner di Kabupaten Tegal semakin berkembang, tidak hanya tahu aci, sega lengko, kupat glabed, dan teh poci, saat ini minuman dawet hitam juga bisa menjadi pilihan dengan rasa tidak kalah menyegarkan dari dawet lainnya.

Dawet memang tidak identik sebagai minuman khas Kabupaten Tegal, namun Elliyah Ghozali (44), berhasil membuat sesuatu yang berbeda dengan menggunakan resep yang ia peroleh dari sang kakek.

Ditanya mengenai nama dawet Clegug apakah ada makna tersendiri, menurut Elliyah, Clegug berasal dari suara ketika seseorang minum maka di tenggorokan akan menimbulkan bunyi "clegug" dan itu merupakan bahasa Tegal atau bahasa ngapak.

Sehingga ia memilih nama Clegug sekaligus sebagai identitas bahwa minuman dawet ini berasal dari Tegal.

"Membahas harga cukup terjangkau satu gelas Dawet Clegug saya beri harga Rp 7 ribu. Saya juga menyediakan kemasan kecil harga Rp 3.500 namun khusus untuk pesanan catering, hajatan, atau pesanan khusus. Rata-rata per hari saya bisa menjual sekitar 50 gelas dawet itu di semua outlet," tuturnya. 

Siapa sangka? Awalnya berjualan di pinggir jalan atau di emperan, saat ini Elliyah bisa berjualan di gerai milik sendiri bahkan saat ini sudah memiliki tiga cabang.

Cabang pertama beralamat di Jalan raya Kalimati, RT 08 RW 01, no 14, Adiwerna, Kabupaten Tegal tepatnya 30 meter selatan Exit Tol Adiwerna (kiri jalan dari arah Kota Tegal-Slawi).

Khusus cabang yang di Adiwerna, tidak hanya menjual dawet Clegug tapi juga menjual menu lain seperti nasi kebuli (ayam dan kambing), ayam krispi, ayam geprek, dan sate jamur. 

Nama kedai nya pun bukan kedai Dawet Clegug melainkan Kedai Teras. 

Sementara cabang kedua ada di Mejasem dan cabang ketiga ada di jalan raya Kajen. 

Untuk jam operasionalnya sendiri mulai pukul 06.00 WIB - 20.00 WIB. (dta)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved