Berita Jateng

Pengacara di Semarang Lapor ke Polda Jateng, Berjuang Pulihkan Nama Baik Karena Difitnah

Advokat Hendra Wijaya terus berjuang mengembalikan nama baiknya karena diduga dikriminalisasi oleh lawan kliennya.

Tribun Pantura.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Hendra Wijaya didampingi tim pengacara dari Ferari di Polda Jateng, Rabu (8/6/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Advokat Hendra Wijaya terus berjuang mengembalikan nama baiknya karena diduga dikriminalisasi oleh lawan kliennya.

Dia berupaya untuk mengembalikan nama baik dan pengacara lainnya dengan mengadukan balik lawan kliennya ke Polda Jateng, Rabu (8/6/2022).

Pria yang merupakan ketua DPC Ferari Semarang menjelaskan kasus itu bermula mendapat kuasa dari kliennya berinisial MSS karena diadukan ke Polsek Semarang Timur oleh mantan pacar.

Tiba-tiba dia mendapat komplain dari kliennya karena karena telah melakukan pengancaman.

"Saya minta buktinya mana. Saya ditunjukkan email. Isinya bahwa pada tanggal 30 hingga 31 Desember 2020 inisial MSS sebagai pegawai bank swasta di Semarang melalui kuasa hukumnya Hendra Wijaya telah mengancam pimpinan pemegang rekening inisial ES agar memaksa mencabut laporan," ujarnya.

Sementara, dia tidak mengenal dan melakukan pengancaman. Pihaknya sebagai kuasa hukum telah melakukan pendampingan secara profesional.

"Ini yang mengirimkan email ke klien kami adalah W saat ini sebagai terlapor," tutur dia.

Ia menuturkan pelaporan tersebut untuk mempertahankan harkat martabat advokat. Sebab profesi advokat merupakan profesi terhormat.

Sementara itu Kuasa hukum Hendra, Hermawan Naulah menerangkan bahwa terlapor W mengirimkan surat melalui email ke bank swasta. Pada surat itu intinya Hendra mengancam.

"Kejadian itu klien Hendra mencabut kuasanya karena dianggap tidak profesional dan prosedural," ujar dia.

Dikatakannya fitnah tersebut membuat nama baik Hendra menjadi jatuh. Terlebih yang menerima email itu menjadi tahu dan berpengaruh citra Hendra.

"Orang yang menggunakan jasa Hendra berpotensi untuk mundur," ujarnya.

 Ia menuturkan fitnah itu diadukan ke Polda Jateng. Pasal yang dikenakan yakni pasal 310, 311 dan 27 ayat 3 UU ITE.

"Aduan itu sudah dilakukan gelar perkara dihadiri pengadu dan teradu. Sekarang aduannya sudah naik ke laporan Polisi," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved