Minggu, 19 April 2026

Berita Pekalongan

Menikmati Koleksi Tertua dan Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan

Di sini pengunjung bisa mendapatkan sejarah perkembangan batik nusantara, mengetahui kekayaan motif batik, hingga belajar membatik secara langsung.

TribunPantura.com/Fajar Bahruddin Achmad
Pengunjung sedang melihat berbagai koleksi batik nusantara di Museum Batik Pekalongan, Kamis (30/6/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Menikmati akhir pekan atau libur sekolah kurang lengkap jika tidak mengunjungi tempat wisata. 

Apalagi jika wisata itu memiliki nilai hiburan sekaligus edukasi bagi anak-anak. 

Museum Batik Pekalongan, menjadi wisata yang tepat untuk berlibur bersama keluarga. 

Di sini pengunjung bisa mendapatkan sejarah perkembangan batik nusantara, mengetahui kekayaan motif batik, hingga belajar membatik secara langsung. 

Lokasi museum ini berada di Jalan Jetayu atau Kawasan Kota Tua Jetayu, Kota Pekalongan. 

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Cilacap Ini Wajib Dikunjungi Saat Liburan Sekolah

Edukator Museum Batik Pekalongan, Deni Pujiyanto (40) mengatakan, museum ini memiliki tiga ruang koleksi yang memamerkan berbagai motif batik. 

Total koleksi berjumlah 1.200 koleksi. 

Bukan hanya motif Pekalongan, tetapi juga batik nusantara dan batik mancanegara. 

Untuk batik lokal antara lain ada motif buketan, jlamprang, pagi sore, hingga motif terang bulan. 

"Jadi di sini memiliki batik dari berbagai daerah di Indonesia yang kita sebut Batik Nusantara. Nah kalau koleksi tertua itu batik periode tahun 1800 akhir sampai 1900 awal," kata Deni, Kamis (30/6/2022).

Baca juga: Purbalingga Bersholawat Tutup Rangkaian Kegiatan Peringatan Bulan Pancasila

Deni mengatakan, ada juga fasilitas berupa ruang workshop bagi pengunjung yang ingin belajar membatik

Pengunjung bisa belajar membatik secara gratis. 

Mulai dari proses membuat pola atau nyungging hingga proses nglowong atau meletakkan malam di kain.

"Harapan kita pengunjung mendapatkan informasi lengkap. Dari mendapatkan edukasi hingga mengetahui proses dan cara membatik," ujarnya. 

Baca juga: Jelang Idul Adha, Dindagkop-UKM Kota Pekalongan Cek Harga dan Stok Kebutuhan Pokok

Deni menjelaskan, Museum Batik Pekalongan sudah ada sejak tahun 1970-an. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved