Berita Jateng

Sholihul Umam Minta 285 Apoteker di Kudus Layani Masyarakat Secara Bijak

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mendata, kini terdapat 285 apoteker dan 115 apotek tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.

Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Ratusan apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kudus menggelar jalan santai di kompleks Alun-alun Kudus, Minggu (28/8/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) mendata, kini terdapat 285 apoteker dan 115 apotek tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.

Dari jumlah apoteker yang ada, 85 persen di antaranya bekerja di apotek, sisanya tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik-klinik kesehatan.


Ketua IAI Kabupaten Kudus, Sholihul Umam menyampaikan, dengan modal yang ada, pihaknya melakukan gebrakan melalui berbagai kegiatan dalam momentum Gebyar Merdeka Apoteker Kudus tahun ini.


Dia mengatakan, beberapa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan penggunaan obat anti diabetes dengan tepat dan bijak, jalan sehat, senam, dan donor darah.


Sholihul meminta agar apoteker Kudus terus menjunjung profesionalitas dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, baik di apotek, rumah sakit, dan fasilitas-fasilitas lainnya. 


"Apoteker berusaha terus lebih dekat dan memberikan pemahaman tentang fungsi dan tugas kami.

Mulai dari pengelolaan kesediaan farmasi, pengadaan obat, administrasi, sampai pada distribusi kepada masyarakat," terangnya, Minggu (28/8/2022).


Sholihul menegaskan, apoteker harus memegang penuh aturan dan prosedur keprofesian dalam menjadi pelayan masyarakat, termasuk mekanisme perolehan obat yang harus melalui pedagang besar farmasi (PBF).


Lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa apoteker harus disiplin terkait aturan-aturan yang berlaku, termasuk dalam hal pendistribusian beberapa kategori golongan obat keras hingga obat yang mengandung psikotropika wajib dengan resep dari dokter. 


"Kami akan berikan layanan sesuai fungsi apoteker, karana maju mundurnya apotek ada pada apoteker," ujarnya.


Dia menyebut, saat ini apotek sudah menjamur di Kabupaten Kudus.


Di tingkat desa, lanjutnya, antar masing-masing apotek diperbolehkan berdiri dengan jarak minimal 1 kilometer dengan kapasitas lebih dari 7 ribu penduduk.


Sementara itu, kata Sholihul, jarak antar apotek di tingkat kecamatan minimal 500 meter dan jarak apotek di zona 1 kilometer dari Alun-alun Kudus dibebaskan.


"Apoteker harus mempunyi surat rekomendasi dan lulus uji kompetensi di bidang apoteker.

Setelah itu, bisa melayani masyarakat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved