Berita Batang

Empat Desa di Kecamatan Bandar Batang Sudah Terlepas dari Open Defecation Free

Pemerintah Kabupaten Batang terus melakukan percepatan kebiasaan Buang Air Besar  sembarangan atau Open

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
IST
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki meninjau Stunting di Aula Kantor Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang terus melakukan percepatan kebiasaan Buang Air Besar  sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).


Perlahan, desa yang telah tuntas ODF pun semakin bertambah.


Kini, empat desa di Kecamatan Bandar telah bebas ODF.


Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki memonitoring penanganan Stunting di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, salah satu desa dari empat desa yang telah bebas dari kebiasaan ODF.


Kegiatan itu juga dilakukan penyerahan makanan tambahan pemulihan ibu hamil dan Balita. 

 

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, kepedulian Pemerintah Kabupaten Batang untuk penanganan Stunting sesuai instruksi  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,  salah satunya tuntasnya ODF.


“Kecamatan Bandar sendiri mempunyai empat desa yang tuntas dari ODF yakni Desa Wonomerto, Desa Wonodadi, Desa Binangun dan Desa Pesalakan. Tinggal 13 Desa yang harus diupayakan tuntas dari ODF lagi,” tuturnya usai meninjau Stunting di Aula Kantor Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, Rabu (31/8/2022).


Lebuh lanjut, di Kecamatan Bandar sendiri, Balita yang terkena Stunting ada 613 dengan jumlah Balita sebanyak 5.610.


Meskipun yang terkena Stunting lumayan sedikit angkanya, tetapi upaya penanganan terus diupayakan seperti adanya bantuan pihak ketiga seperti Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.


Seperti saat ini, ada CSR yaitu Bimasena Power Indonesia, Bank Jateng, dan BPR Bapera Batang yang telah memberikan bantuan berupa pendukung makanan tambahan untuk ibu hamil dan Balita.


“Ke depan tinggal ada inovasi penanganan Stunting pada tingkat desa yang dilakukan seperti kempanye peduli Stunting, pelaksanaan kegiatan kelas ibu hamil, dan desa binaan Air Susu Ibu (ASI) ekslusif,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved