Berita Slawi

Ini Motif Penembakan Dirto ke Kakak Kandungnya di Tegal

Kasus penembakan yang mengakibatkan Casbari meninggal dunia karena luka cukup serius di belakang kepala akhirnya terungkap.

TribunPantura.com/Desta Leila Kartika
Kapolres Tegal, AKBP Arie Prasetya Syafa'at (kiri), bersama Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Vonny Farizky (kanan), menunjukkan barang bukti senapan angin yang digunakan tersangka Dirto untuk membunuh kakak kandungnya sendiri, Casbiri, saat berlangsung rilis ungkap kasus di depan gedung SSB Polres Tegal, Kamis (1/9/2022). 

Luka tersebut yang mengakibatkan korban mati lemas karena pendarahan hebat.

"Sesuai hasil autopsi, korban ini mati lemas karena banyak kehilangan darah akibat luka di bagian belakang kepala. Pada saat proses autopsi, peluru juga masih bersarang di dalam tengkorak kepala," jelas AKP Vonny.

Sementara itu, tersangka yang merupakan ayah kandung korban, Tarwad, mengaku saat peristiwa penembakan ia posisi masih berada di Bogor.

Mengingat Tarwad dan keluarganya termasuk tersangka Dirto dan korban Casbari merantau di Bogor.

Baca juga: Personel Polres Tegal Kota Dapat Penghargaan Kenaikan Pangkat Pengabdian, dari Kompol Jadi AKBP

Tarwad dan anak keduanya yaitu Dirto berjualan ketoprak, sedangkan korban berjualan nasi goreng.

Saat ditanya oleh Kapolres kenapa tega merencanakan pembunuhan tersebut, dengan menunduk Tarwad mengatakan karena sang anak (korban) sudah kelewat batas.

Bahkan tingkah korban yang kelewatan sudah dilakukan sejak masih usia 10 tahun hingga terkahir 40 tahun.

"Anak saya Casbari (korban), tingkahnya sudah kelewatan bahkan sejak usia 10 tahun. Semakin parah mulai usia 20 tahunan, saya harus merelakan motor sampai tiga unit, lapak jualan nasi goreng saya modali usaha dua kali tidak lama berhenti, lapak jualan ketoprak juga sama saja, belum kebutuhan dia sehari-hari. Kalau apa yang dimau tidak dituruti, maka marah dan ancur semua perabot yang ada di rumah," kata Tarwad.

Sambil menahan tangis dan emosi, Tarwad bercerita sebagai orangtua ia sudah sangat cukup sabar menghadapi tingkah laku korban.

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Turun Lagi, Hari Ini Jadi Rp 957.541 Per Gram

Bahkan saat korban menikah dulu, semua biaya yang menanggung adalah orangtuanya.

Untuk masalah tersebut, Tarwad memahami memang masih menjadi tugas sebagai orangtua, tapi sekali lagi Tarwad mengatakan jangan keterlaluan.

"Terus terang saya dalam hati menangis, sangat sedih, Allahuakbar," tuturnya.

Tersangka penembakan yang merupakan adik korban, Dirto, mengungkapkan niat awal hanya ingin melukai korban saja tidak sampai membunuh, tapi pada saat itu keblabasan.

Baca juga: Ini Event Wisata yang Akan Digelar di Kota Semarang Hingga Akhir 2022, Catat Waktunya

Sambil menahan tangis dan wajah penuh penyesalan, Dirto mengaku pada saat mendapat perintah dari sang ayah untuk membunuh kakaknya sendiri ia dilema dan sangat bingung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved