Berita Batang

Oknum Pedagang Nakal Dikeluarkan dari Pekan Raya Batang 2022 karena Sajikan Makanan Berulat

Pengunjung Pekan Raya Batang 2022 dikejutkan dengan adanya ulat atau belatung saat membeli salah satu kuliner seafood.

Penulis: dina indriani | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/Dina Indriani
Perwakilan Netral Organizer, Widodo saat melakukan pengecekan stan kuliner di Pekan Raya Batang 2022, Kamis (1/9/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - Pengunjung Pekan Raya Batang 2022 dikejutkan dengan adanya ulat atau belatung saat membeli salah satu kuliner seafood.


Hal itu pun telah dibenarkan Penyelenggara Pekan Raya Batang (PRB), Netral Organizer bahwa adanya laporan, terkait makanan di stan PRB yang terkontaminasi ulat.


Pihaknya pun sudah mengeluarkan oknum penjual nakal yang terbukti menjual makanan tersebut.


"Kejadian tadi di luar prediksi dan kemampuan kami, karena kami kemarin kami fokus pada pembukaan PRB.


Kami baru menerima laporan sekitar 11 malam, dan langsung kami tindak tegas oknum pelaku, sanksinya kami offkan dari PRB hingga akhir kegiatan sudah dilarang berjualan di PRB," tutur Perwakilan Netral Organizer, Widodo kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/9/2022).


Untuk bisa berjualan di PRB, pihaknya mengakui  tidak ada seleksi sebelumnya.


Namun, pihaknya sudah memberikan aturan-aturan yang harus dipenuhi peserta stan kuliner seperti menyajikan makanan yang higienis dan halal.


"Ada aturan-aturan yang harus ditaati pedagang, termasuk di antaranya makanan yang dijual harus higienis, bersih dan halal," ujarnya.


Untuk stan sendiri, pihaknya mematok tarif mulai dari Rp1 juta hingga Rp 2 Juta, beberapa stan juga tidak dipungut biaya karena kerja sama dengan dinas terkait.


Selain itu untuk menjaga kesegaran bahan baku, pihaknya juga memfasilitasi pedagang dengan fasilitas listrik.


Sehingga pedagang juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk membawa freezer. 


"Ini baru pertama kalinya terjadi semenjak saya di Batang, kami juga sudah sediakan listrik yang mampu mendukung penggunaan freezer pedagang yang lain juga kebanyakan membawa freezer," imbuhnya. 


Pihaknya pun memastikan keamanan stan kuliner lainnya, setelah kejadian langsung melakukan pengecekan dan tidak ditemukan adanya oknum pedagang lain yang melakukan pelanggaran. 


"Kami pastikan stan kuliner lainnya aman, karena kami juga edukasi dan sosialisasi terus ke pedagang agar menyajikan bahan makanan yang berkualitas, dan jika diperlukan pemeriksaan atau pengecekan lanjutan, kami pun bersedia dan akan kooperatif," pungkasnya.

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved