Kamis, 21 Mei 2026

Berita Batang

Video Anak Penyintas Thalassemia ikuti Outbound di Pagilaran Batang

Berbagai ekspresi keceriaan terpancar dari wajah anak-anak penyintas thalassemia.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Berikut video Anak Penyintas Thalassemia ikuti Outbound di Pagilaran Batang

Berbagai ekspresi keceriaan terpancar dari raut wajah belasan anak penyintas thalassemia saat mengikuti outbond di kebun teh Pagilaran, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Mereka pun antusias dan semangat mengikuti berbagai kegiatan games.

Perlu diketahui, thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. 

Mereka tergabung dalam forum Pejuang Thalasemia dengan total ada 18 anak di Kabupaten Batang sebagai penyintas. 

Dokter spesialis anak RSUD Kalisari Batang, dr Tan Evi Susanti, Sp A mengatakan diadakannya kegiatan ini tak lain untuk memberikan semangat bagi penderita thalassemia.

"Kegiatan ini sebagai bentuk peringatan Hari Thalasemia yang baru bisa dilaksanakan karena pandemi, Thalasemia jatuh setiap 8 Mei. Selain memberikan semangat, juga untuk refreshing para penyintas thalassemia, karena kasihan mereka rutinitas sehari-harinya hanya transfusi," tuturnya kepada Tribunjateng.com.

Lebih lanjut, dikatakan dr Tan Evi, para penyintas thalassemia harus menjalani transfusi darah setiap dua minggu hingga sebulan sekali, dan berlangsung sepanjang hidup. 

Kegiatan itu juga diisi dengan pemberian semangat dan pengetahuan untuk para penyintas serta orangtua.

Ia juga mengingatkan para penyintas harus tetap rutin mengonsumsi obat klasi besi. 

"Lalu, mereka diedukasi untuk mencari pasangan yang nantinya sehat dan tidak ada thalasemia, anak thalasemia juga bisa berprestasi, bahkan di Batang ada yang menjadi dokter," imbuhnya. 

Dokter Evi mengatakan keberadaan komunitas bisa membantu merangkul anak-anak yang kurang percaya diri. 

"Para orangtua juga bisa saling sharing dalam komunitas sehingga tidak merasa sendiri," imbuhnya.

Salah satu orangtua penyintas, Dian Widyastuti mengatakan dengan adanya forum pejuang thalasemia sangat membantu, bisa berbagi informasi, suka duka dan tidak merasa sendiri.

Dikatakannya thalasemia bukan penyakit tapi kelainan genetik.

Harapannya sebagai orangtua, ada penelitian lebih lanjut tentang obat atau hal baru terkait pengobatan Thalasemia. 

"Saya juga berharap ada sosialisasi tentang Thalasemia untuk masyarakat, misalnya perlu screening khusus pada pasangan yang akan menikah, terkait ada tidaknya bibit genetik pembawa thalasemia dan lain sebagainya," pungkasnya. (din)
 

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved