KPK OTT Hakim Agung

Ini Kata GMPK Jawa Tengah Terkait OTT KPK yang Menyeret Pengacara Yosep Parera

Yosep Parera sendiri tercatat pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang periode 2016-2021.

Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Ketua DPW GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Semarang terkait dugaan pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan dan menetapkan 10 orang tersangka di antaranya Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati dan dua pengacara di Semarang yaitu Yosep Parera dan Eko Suparno.

Yosep Parera sendiri tercatat pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang periode 2016-2021.

Ketua DPW GMPK Jawa Tengah, Edy Susanto menyatakan prihatin atas tersangkutnya mantan Dewan Pengawas GMPK Kota Semarang Yosep Parera dalam kasus tersebut.

Baca juga: BKBHM FH Unissula Beri Pendampingan Hukum Korban Pencabulan Bawah Umur di Jepara

"Tentu kita merasa prihatin atas kejadian ini. Harusnya yang bersangkutan (Yosep Parera--red) bisa menjadi contoh dalam pemberantasan korupsi. Dengan masuk ke GMPK, harusnya bisa menjadi pagar kita untuk menjaga integritas. Bukan malah sebaliknya," kata Edy, Minggu (25/9/2022).

Dikatakannya, GMPK di Jawa Tengah adalah komunitas integritas, bagaimana komunitas ini menjaga dan merawat integritas. Dalam konteks memerangi korupsi, hal itu dimulai dari diri sendiri dengan memerangi hawa nafsu.

Dengan begitu, akan terwujud semangat pemberantasan korupsi yang ditanamkan GMPK sehingga muncul perilaku antikorupsi.

"Apa yang dilakukan Yosep Parera tentunya tidak mencerminkan nilai-nilai pemberantasan korupsi yang digaungkan GMPK. Dapat dikatakan, yang bersangkutan tidak dapat menjalankan nilai-nilai tersebut," tambahnya.

Baca juga: Berwisata di Pantai Teluk Penyu Cilacap, Wisatawan Bisa Menyeberang ke Pulau Nusakambangan

Edy menegaskan, perbuatan Yosep Parera sudah di luar aturan GMPK. Sehingga, dengan sendirinya Yosep juga sudah tidak menjadi bagian dari GMPK.

"Kita menyerahkan masalah tersebut ke KPK karena ranahnya sudah ke tindak pidana. Harapannya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak terjerumus," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, KPK melakukan OTT dan menetapkan 10 orang sebagai tersangka terkait dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Mereka adalah Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Hakim Yudisial atau Panitera Pengganti Elly Tri Pangestu, dua PNS pada Kepeniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie, serta dua PNS di MA, Redi dan Albasri menjadi tersangka penerima suap.

Kemudian, Yosep Parera dan Eko Suparno yang juga pengacara, Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto menjadi tersangka pemberi suap.

Baca juga: Bulog Jateng Sudah Salurkan 67.000 Ton Beras Dalam Operasi Pasar hingga September 2022

Atas perbuatannya, Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan dijerat dengan Pasal Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara, Sudrajad Dimyati, Desi, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri sebagai penerima suap disangka Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, terkait OTT di Jakarta dan Semarang tersebut, KPK mengamankan 205.000 dolar Singapura dan Rp 50 juta. (*)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved