Rabu, 20 Mei 2026

Berita Karanganyar

Angin Puting Beliung Terjang Tasikmadu Karanganyar, Puluhan Rumah dan Bangunan Rusak

Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar pada Jumat (21/10/2022) sekira pukul 14.30 WIB.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: m zaenal arifin
Dokumentasi
Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar pada Jumat (21/10/2022) sekira pukul 14.30. 

TRIBUNPANTURA.COM, KARANGANYAR - Angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar pada Jumat (21/10/2022) sekira pukul 14.30 WIB.

Akibatnya atap sejumlah rumah warga dan atap bagian gudang pabrik tekstil mengalami kerusakan karena diterjang angin.

Bahkan atap seng pabrik terbang hingga pemukiman warga di Dusun Geneng Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah karyawan pabrik dipulangkan usai kejadian tersebut.

Camat Tasikmadu, Joko Setyono menyampaikan, angin puting beliung mengakibatkan kerusakan pada atap rumah warga di dua desa yakni Dusun Geneng Desa Kaling dan Dusun Cabeyan Desa Pandeyan.

Angin kencang terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Tasikmadu.

Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

"Di Dusun Geneng ada 10 lebih rumah yang atapnya rusak karena angin kencang dan terkena atap gudang pabrik. Sedangkan di Dusun Cabeyan sementara ada 12 rumah dan 1 masjid bagian atap rusak."

"Mayoritas kerusakan pada genting. Di Dusun Cabeyan ada juga pohon yang menimpa bagian dapur rumah warga," katanya.

Terpisah, jembatan utama penghubung Lingkungan Nglurah dengan wilayah Kecamatan Tawangmangu ambrol karena terkikis aliran Sungai Gembong yang meluap seiring hujan lebat sedari siang hingga sore hari.

Otomatis jembatan tersebut tidak dapat dilalui sepeda motor maupun mobil.

Sehingga warga harus mencari jalan alternatif lain untuk menuju ke Jalan Raya Tawangmangu.

Jembatan tersebut akses utama dari Jalan Raya Tawangmangu menuju ke kampung yang dikenal dengan nama Sewu Kembang.

"Tadi hujan lebat, sungai banjir menyebabkan jembatan putus," ucap Kaling Nglurah, Ismanto Hartono.

Di Lingkungan Nglurah dihuni 650 KK. Akibat jembatan utama terputus, lanjutnya, warga yang hendak menuju ke jalan raya harus memutar melewati Ledoksari dengan jarak tempuh sekitar 10 Km.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved