Senin, 18 Mei 2026

Berita Jateng

Perajin Tahu di Kudus Cemas Harga Kedelai Terus Alami Kenaikan

Harga Kedelai terus meroket hingga sekarang, pada bulan September saja harga kedelai per kilonya

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rezandra Akbar
Perajin Tahu di Kabupaten Kudus 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Harga Kedelai terus meroket hingga sekarang, pada bulan September saja harga kedelai per kilonya menyentuh Rp 12 ribu.

Harga tersebut juga dirasakan para pengrajin tahu di Kudus sudah tinggi, pada Oktober harga juga tetap saja merangkak naik.


Pada bulan tersebut, para pedagang juga was-was kalau harga kedelai menyentuh harga Rp13ribu.

Namun harga kedelai juga menginjak di harga Rp 13 ribu.


Meski begitu, angin sepoi-sepoi sempat menyapa perajin tahu lantaran adanya kebijakan subsidi Rp1000/kilo dari pemerintah selama tiga bulan.


Tiga bulan tersebut, berjalan mulai dari Oktober, November, Desember.


Subsidi tersebut membuat beban pedagang tahu dan tempe terasa ringan.

Namun, harga kedelai tetap merangkak naik pada bulan November.


Pada Rabu (30/11/2022) harga kedelai perkilonya mencapai Rp14.200 di Kabupaten Kudus. 


Harga yang semakin tinggi itu, membuat para perajin tahu dan tempe hanya bisa berpasrah.


Hal tersebut, diungkapkan perajin tahu, Agus Salim kepada Tribunjateng.com.


"Dalam sebulan ini, harga kedelai masih stabil diangka Rp14ribuan.

Ini termasuk tinggi, harga segitu dirasa berat tapi cuman bisa berpasrah," katanya.


Menurutnya, pada bulan Desember atau saat mendekati Nataru. Harga kedelai akan berpengaruh naik.


"Kayaknya potensi naik, saat Nataru.

Kami berharap kalau adanya hal ini pemerintah bisa ikut turun tangan mengatur harga kedelai di Indonesia supaya bisa turun," ucapnya.


Dirinya cemas, ketika masa subsidi kedelai habis harga dari kedelai akan kembali merangkak.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved