Selasa, 19 Mei 2026

Berita Jateng

Polisi Temukan Benjolan di Kepala Pada Mayat Janda di Desa Jekulo Kudus

Kapolres Kabupaten Kudus, AKBP Wiraga Dimas Tama menyebut adanya kejanggalan pada temuan mayat janda

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rezandra Akbar
Kapolres Kudus, AKBP Wiraga Dimas Tama saat ditemui di Jalan Pangeran Puger dalam acara Haul Habib Jafar, Senin (26/12/2022) 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Kapolres Kabupaten Kudus, AKBP Wiraga Dimas Tama menyebut adanya kejanggalan pada temuan mayat janda (52) berinisial UK di Desa Jekulo Kudus.

Korban, ditemukan tergeletak dikamarnya dengan luka sayatan di tangan kiri, dan adanya benjolan pada kepala korban.


Kapolres Kudus menyebut luka sayatan di tangan kiri korban adalah alibi pelaku yang merupakan anaknya sendiri berinisial AB (32).


"Dari hasil penyelidikan, pelakunya adalah anak kandung sendiri. Motifnya, dikatakan dia kesal karena sering dimarahi, terus mungkin ada permintaan ke ibunya tidak dituruti kemudian kekesalannya memuncak," ucapnya, Senin (26/12/2022).


Wiraga menyebutkan bahwa dugaan kematian korban lantaran benturan.


"Dugaan yang menyebabkan kematian korban karena dibentur-benturkan," tambahnya.


Sebelumnya diberitakan, temuan mayat janda (52) berinisial UK di Desa Jekulo Kudus, Minggu (25/12/2022) malam menggemparkan warga sekitar.


Adanya temuan mayat tersebut awalnya ditemukan oleh warga sekitar ketika hendak bertamu ke rumah korban untuk mengantar sayur.


Karena tidak ada jawaban, warga curiga dan mendapati pintu samping terbuka kemudian masuk ke dalam rumah.


Saat menuju ke kamar korban yang kondisi lampu mati, warga terkejut mendapati korban tergeletak di kamarnya.


Warga yang melihat langsung mencari bantuan perangkat desa dan warga lainnya untuk mengecek keadaan korban.


Ketika denyut nadi di cek, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan disamping korban terdapat sebuah pisau dapur.


Kemudian, perangkat desa langsung menghubungi Babinsa, Bhabinkamtibmas dan bidan Desa Jekulo.


Kemudian, Tim Inafis Polres Kudus dan UPT Puskesmas Tanjungrejo tiba di tempat serta melakukan identifikasi.


Pada tubuh korban terdapat sayatan di nadi atau pergelangan tangan sebelah kiri korban.


Dari keterangan Kepala Desa Jekulo, Anif Zjuhri, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima adanya laporan tersebut.


"Memang benar, semalam kami sudah menerima adanya warga yang meninggal. Dengan luka sayatan, di tangan sebelah kiri tapi meninggal karena apa belum ada kejelasan," ucapnya saat dikonfirmasi Senin (26/12/2022).


Namun, pihaknya masih menunggu hasil autopsi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.


Sementara itu, Fulthon, perangkat desa yang mendatangi TKP mengatakan bahwa awalnya korban sempat dikira pingsan.


Hal itu lantaran posisi lampu kamar yang mati lantaran listrik padam.


"Sempat dikira pingsan, dibangunin kok ga bangun. Kemudian dia cari RT hendak lapor RT tapi ada acara, kebetulan saya lewat terus ngecek bareng-bareng," ucapnya.


Karena kondisi kamar gelap, bercak darah di lantai sempat dikira tumpahan kopi.


"Saya bawa hp, terus di senter, saya kaget ternyata ada sayatan," jelasnya. 


Saat ini, korban tengah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus untuk dilakukan autopsi. 


Polisi belum memastikan kasus ini murni bunuh diri atau pembunuhan.


Kepolisian, juga masih menunggu hasil dari autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya korban.


"Masih menunggu hasil autopsi," ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Danang Sri.

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved