Berita Jateng
Begini Cara Bupati Hartopo Kendalikan Inflasi di Kudus
Bupati Kudus HM Hartopo berupaya mempertahankan harga pangan di Kudus dari lonjakan ekstrem.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo berupaya mempertahankan harga pangan di Kudus dari lonjakan ekstrem.
Hal itu dinilai sebagai langkah antisipatif mengatasi inflasi yang ada di Kabupaten Kudus.
Upaya mempertahankan harga pangan itu dilakukan dengan cara koordinasi dengan para pedagang dan operasi pasar.
Kemudian untuk penyuplai, kata Hartopo, jangan sampai memberikan harga tinggi.
Kalau penyuplai memberikan harga tinggi, maka pedagang juga memberikan harga tinggi demi keuntungan.
"Maka dari itu kami tekan suppliernya," kata Hartopo.
Hartopo mengatakan, dinas pertanian pun harus turun ke bawah untuk memberikan sosialisasi Musim Tanam (MT) 1 jangan sampai petani yang terdampak banjir menjual hasil tanam dengan sistem ijon.
"Kami kan punya resi gudang barangkali bisa dikonsultasikan dinas perdagangan ditampung di situ saat harga murah.
Karena petani minta harga naik, sementara masyarakat pengen beras turun.
Kami harus bisa menekan antara petani dengan konsumen," kata Hartopo.
Lebih lanjut menurut Hartopo, kondisi saat ini inflasi di Kabupaten Kudus terbilang landai.
"Sebetulnya penekanan sudah bagus, saya lihat untuk pemberdayaan UMKM, para swasta ada kelonggaran luar biasa ini adalah bagian dari mendorong untuk turunnya inflasi kita," katanya.
Selain itu, katanya, pihaknya sudah memberikan kelonggaran kepada para pelaku usaha pascapandemi.
Kemudiam ada juga upaya melalui pasar murah, ekspo UMKM, dan pasar rakyat yang digelar di masing-masing kecamatan.
"Untuk Kudus ini yang penting (inflasi) tidak naik.
Tingginya inflasi untuk provinsi dengan Kudus biasanya tinggi Kudus sedikit.
Provinsi saat ini (inflasi) 5,7, Kudus 5,8 itu dari dulu seperti itu," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Bupati-Kudus-HM-Hartopo-gooz.jpg)