Berita Jateng
Ini Tanggapan Psikolog UMP Soal Fenomena Childfree
Belakangan ini mengemuka sebuah pembahasan yang menggelitik yaitu tentang Childfree atau tanpa anak.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, PURWOKERTO - Belakangan ini mengemuka sebuah pembahasan yang menggelitik yaitu tentang Childfree atau tanpa anak.
Fenomena childfree pada beberapa pasangan muda sedang menjadi trend ahir-ahir ini.
Padahal pada banyak pasangan, perkawinan merupakan cara untuk memiliki keturunan.
Melansir Oxford Dictionary, childfree adalah kondisi ketika pasangan suami istri memilih untuk tidak memiliki anak.
Sejalan pula dengan yang dituliskan di Cambridge Dictionary, childfree adalah keputusan seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak.
Istilah childfree ini ditambahkan juga oleh Hoshael Waluyo Erlan, Mental Health Counselor di IDN Media.
Childfree adalah suatu pilihan yang dibuat secara sadar oleh seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak, karena alasan yang bersifat personal.
Menurut pandangan Psikolog Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr. Nur'aeni, S. Psi., M. Si., ada beberapa faktor umum yang menjadi penyebab childfree.
Pertama adalah latar belakang keluarga.
Sebagai contoh kenangan yang kurang baik, serta perasaan kecewa yang didapatkan selama masa anak-anak.
"Kenangan dan perasaan tersebut bisa menjadi alasan terbesar, kenapa pasangan atau seorang perempuan memilih untuk childfree," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (12/2/2023).
Kedua adalah isu lingkungan.
Populasi manusia yang semakin banyak di dunia akan menjadi tidak sebanding dengan jumlah kerusakan lingkungan yang semakin tinggi serta ketersediaan pangan.
Sehingga mereka merasa prihatin dengan isu tersebut dan memilih tidak memiliki anak atau childfree.
Ketiga adalah kondisi finansial seseorang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Psikolog-Universitas-Muhammadiyah-Purwokerto-UMP-D.jpg)