Berita Jateng
Banjir Kembali Rendam Desa Jetiskapuan Kudus
Beberapa akses jalan di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, kembali terendam banjir akibat intensitas hujan sedang
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Beberapa akses jalan di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, kembali terendam banjir akibat intensitas hujan sedang yang mengguyur desa tersebut.
Saat ini, Genangan air merendam di jalan, pelataran rumah, dan persawahan.
Hal itu disebabkan air dari Kota Kudus turun ke Desa Jetiskapuan lantaran saluran air di Sungai Wulan tersendat.
Dari keterangan warga sekitar, Zubaidi, mengatakan banjir tersebut terjadi sejak Sabtu saat hujan deras, akibatnya menyebabkan ketinggian banjir bervariasi mulai 40cm merendam akses jalan.
"Hujan di Kota dan di Muria itu airnya kan lari kesini. Ketinggian itu kalau di jalan kemarin sampai 60-70cm kalau di rumah-rumah paling 40-50cm," jelasnya, Selasa (14/2/2023).
"Tapi, warga sini semua sudah terbiasa dengan banjir jadi ya santai aja," tambahnya.
Dirinya berharap, agar Sungai Wulan bisa dinormalisasi. Sehingga luapan air yang mengalir di Sungai Wulan tidak mengendap di Desanya.
Sementara itu, Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Jetiskapuan, Firsa, membenarkan bahwa banjir yang terjadi lantaran aliran air Sungai Wulan tidak berjalan dengan maksimal.
Akibatnya, akses jalan, pelataran rumah dan persawahan kembali terendam banjir.
"Kalau untuk persawahan, banjir itu sampai 1,5meteran. Itu 100 persen semuanya terendam banjir itu sejak banjir awal tahun Januari kemarin," jelasnya.
Untuk berjaga-jaga pihaknya masih membuka posko destana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Banjir-yang-terjadi-di-Jetiskapuan-yang-meredam-akses-jalan-dan-pelataran-rumah.jpg)