Senin, 18 Mei 2026

Berita Jateng

Pengrajin Batu Bata di Kudus Justru Bahagia Adanya Gelombang Panas

Fenomena gelombang panas yang diresahkan oleh sebagian masyarakat ternyata menjadi berkah tersendiri

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muh radlis
TRIBUNMURIA/Rezanda Akbar D
Proses pencetakan dan penjemuran Batu-bata 

TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Fenomena gelombang panas yang diresahkan oleh sebagian masyarakat ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para perajin batu-bata di Kabupaten Kudus.


Hal tersebut lantaran dalam proses pembuatan hingga pengeringan batu-bata sangat memerlukan panas terik matahari untuk membuat pengeringan batu-bata lebih cepat dalam meningkatkan produksi. 


Seperti pada pusat perajin batu bata merah di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Sejak pagi mereka peracin batu bata sudah disibukan untuk mencetak batu bata. 


Kondisi fenomena alam gelombang panas yang terik akhir-akhir ini pun menjadi berkah tersendiri bagi mereka mengebut produktifitas. 


Mohalisin, perajin batu bata, mengaku bersyukur kondisi panas terik membuat hasil batu bata yang baru dicetak cepat kering dibanding kondisi biasanya. 


Menurut mereka, kondisi saat ini 3 hingga 4 hari sudah bisa kering dan siap disimpan untuk proses pembakaran.

Jika kondisi normal biasanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari kering sempurna untuk siap dibakar. 


"Biasanya dirumah, karena panas ini kerja terus.

Memaksimalkan kerjaan gak cuma saya yang lain juga," kata Mohalisin, Sabtu (29/4/2023).


Hal yang sama juga dikatakan, Zaenuri, menurutnya, jumlah pekerja cetak batu bata pada kondisi panas terik kali ini biasanya menambah tenaga kerja untuk percepatan produksi. 


Setiap orang biasanya mampu mencetak hingga seribu batu bata merah setiap harinya. 


"Cuacanya beneran panas ini, Pengeringan biasanya sekitar 4 sampai 5 hari, kalau kaya gini ya 3 hari.

Tergantung pada cuaca panas," ungkap Zaenuri dengan senyum di wajahnya saat menjemur batu-bata setengah kering. 


Mereka berharap, kondisi kali ini dapat terus berjalan cukup lama agar mereka para perajin batu bata dan pekerjanya dapat bekerja merup rejeki meski dibawah panasnya terik matahari. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved