Jumat, 22 Mei 2026

Berita Jateng

Juru Parkir di Banyumas Dipukul Helm hingga Pingsan, Pelaku Tak Terima Ditegur

Seorang juru parkir di Banyumas mengalami tindak penganiayaan pemukulan. Penganiayaan terhadap juru parkir itu terjadi

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
Screenshot video CCTV seorang juru parkir di Banyumas mengalami tindak penganiayaan pemukulan, Senin (15/5/2023). 

TRIBUNPANTURA.COM, BANYUMAS - Seorang juru parkir di Banyumas mengalami tindak penganiayaan pemukulan.

Penganiayaan terhadap juru parkir itu terjadi di depan konter HP Desa Karangjati, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. 


Terduga pelaku berinisial DS (38) warga Kelurahan Kalitengah, Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. 


Dia berhasil diamankan Polisi setelah video CCTV penganiayaan yang dilakukannya beredar di sosial media.


Korban sendiri adalah juru parkir bernama AH (29) warga Kecila, Kemranjen Banyumas.


Kasat Reskrim, Kompol Agus Supriadi menjelaskan kronologi kejadian tersebut terjadi, Senin (15/5/2023) sekira pukul 16.00 WIB. 


Pada saat itu AH melihat 2 orang yang sedang berada di sepeda motornya sambil berbincang.


Kedua orang itu berbincang-bincang di pinggir jalan sehingga sepeda motor tersebut mengganggu pengguna jalan yang melintas. 


Setelah itu korban AH mencoba menegur pengendara motor agar memarkirkan kendaraannya dengan benar.


Namun malah terjadi cek-cok antara keduanya. 


"AH menegur kedua orang tersebut supaya parkirnya agak menepi.


Namun DS yang menggunakan celana loreng tidak terima dengan tegurannya dan marah kepada AH kemudian menariknya kearah konter HP dan terjadi pemukulan," ujar Kasat Reskrim kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (20/5/2023). 


Seperti yang nampak dalam video viral CCTV yang beredar, pria yang memakai celana loreng TNI dan jaket abu-abu garis tiga memanjang di lengan itu memukul korban menggunakan helm hingga terjatuh dan pingsan. 


"Jadi terduga pelaku yang memakai celana loreng dan melakukan penganiayaan itu merupakan warga sipil.


Modusnya karena tidak terima ditegur dan cek cok dengan korban," jelasnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved