Berita Pekalongan
Duh, 217 Jemaah Haji Asal Kota Pekalongan Berisiko Tinggi
Jemaah calon haji Kota Pekalongan saat ini dalam kondisi aman dan sehat, meskipun 217 jemaah dari 315 jemaah memiliki risiko tinggi.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m zaenal arifin
TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Jemaah calon haji Kota Pekalongan saat ini dalam kondisi aman dan sehat, meskipun 217 jemaah dari 315 jemaah memiliki risiko tinggi.
Hal itu dikatakan, petugas haji daerah Kota Pekalongan, Tubagus Muhammad Sadaruddin.
Ia mengatakan, bahwa pada saat di embarkasi Solo, dilakukan pendataan kesehatan calon haji oleh tim kesehatan. Hasilnya, 217 jemaah dari 315 jemaah tergolong risiko tinggi.
"Saat ini para jemaah berada di Madinah dan tengah antusias melaksanakan Sunnah Arbain."
"Alhamdulillah, semua jemaah masih aman dan sehat," kata Sadaruddin saat rilis yang diterima, Selasa (13/6/2023).
Menurutnya, mereka yang tergolong risiko tinggi itu karena mereka memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, kolestrol, asam urat, asam lambung, dan lainnya.
"Oleh karena itu, tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) maupun tim kesehatan haji daerah (TKHD) menyarankan, jemaah untuk selektif ketika beraktivitas di luar ruangan, misalnya ketika belanja untuk digunakan waktu malam hari," ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, karena cuaca siang di Madinah terik ketika jalan ke Masjid Nabawi untuk mengenakan kacamata hitam, payung atau topi, dan sunblock.
"Alhamdulillah jemaah haji Kota Pekalongan semua sehat, belum memerlukan penanganan khusus dan semoga selalu diberi kesehatan," jelasnya.
Pihaknya menambahkan, untuk keluhan jemaah rata-rata pusing, panas, dan pilek karena kondisi di sini berbeda dengan tanah air dan sampai saat ini belum turun hujan di Madinah.
"Kami kloter 41 belum merasakan hujan di Madinah," tambahnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.