Kamis, 28 Mei 2026

Berita Jateng

Kesadaran Deteksi Dini Penyakit Kanker Masyarakat Jawa Tengah Rendah

Kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker masih cukup rendah. 

Tayang:
Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
IST
Acara pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Jawa Tengah periode 2023-2028 di Hotel Wimarion Semarang, Sabtu (17/6). 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kesadaran masyarakat Jawa Tengah untuk melakukan deteksi dini penyakit kanker masih cukup rendah. 


Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jawa Tengah, dr. Eko Adhi Pangarsa, Sp.PD, K-HOM, FINASIM mengatakan saat ini jumlah kejadian kanker di Jawa Tengah masih cukup tinggi, dan menjadi salah satu provinsi dengan angka penderita kanker tinggi di Indonesia.

Selain itu kesadaran masyarakat untuk mendeteksi kanker secara dini juga masih belum baik. 


"Jadi ini (deteksi dini-red) yang masih perlu menjadi PR kita bersama," kata dr. Eko Adhi Pangarsa, Sp.PD, K-HOM, FINASIM dalam acara pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Jawa Tengah periode 2023-2028 di Hotel Wimarion Semarang, Sabtu (17/6). 


Hadir dalam pelantikan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M dan Ketua YKI Pusat,  Prof. Dr. dr. Aru W Sudoyo, SpPD, KHOM


Dijelaskannya rencana kerja para pengurus baru utamanya adalah mendukung pemerintah untuk mengurangi angka kejadian kanker, menemukan kanker dalam stadium dini.

Selain itu juga memberikan dukungan kepada penderita kanker salah satunya dengan peningkatan program dari variatif kanker.


YKI akan terus menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder, baik organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintahan untuk saling membantu bersama-sama mengurangi angka kejadian kanker, terutama kategori stadium lanjut.


"Karena di Indonesia ini, sekitar 70 persen lebih kejadian kanker masuk di stadium lanjut," imbuh dr. Eko Adhi Pangarsa, Sp.PD, K-HOM, FINASIM.


Harapannya pengurusan ini bisa menjadi salah satu tonggak untuk perbaikan pelayanan kanker di Indonesia.

Peran YKI bisa lebih aktif sebagai salah satu organisasi masyarakat yang hadir sudah cukup lama berdiri dan menjadi mitra utama pemerintah dalam penanggulangan penyakit kanker. 


Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M mengatakan, penyakit kanker saat ini menjadi momok menakutkan di masyarakat.

Namun sejatinya penyakit ini bisa diobati asalkan terdeteksi secara dini.

Kondisi yang marak terjadi sekarang banyak penderita kanker yang datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah stadium lanjut sehingga sulit untuk diobati. 


"Inilah butuhnya kita untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kanker tidak menakutkan sepanjang bisa dideteksi lebih awal.

Butuh koordinasi semua pihak termasuk YKI dalam mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mendeteksi lebih awal melalui upaya pemeriksaan sehingga jika diketahui lebih dini juga bisa dilakukan upaya pengobatan," ujarnya. 


Diharapkan, kata Sumarno, S.E., M.M, pengurus YKI yang baru bisa bekerja lebih optimal dan terus menjalin sinergi dengan pemerintah. 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved