Berita Regional

Mengulik Pentingnya Peranan E-Commerce dalam Industri Rotan di Tegalwangi Cirebon

Industri rotan di Kabupaten Cirebon sudah ada sejak tahun 1990. Di mana pada masa itu produk rotan banyak diminati oleh masyarakat.

Editor: m zaenal arifin
Istimewa
Pengrajin di Tegalwangi Kabupaten Cirebon membuat aneka produk dari rotan. 

TRIBUN-PANTURA.COM - Industri rotan di Kabupaten Cirebon sudah ada sejak tahun 1990.

Di mana pada masa itu produk rotan banyak diminati oleh masyarakat, baik untuk dipakai sendiri maupun dijual kembali.

Olahan rotan sudah sejak dulu terkenal di Tegalwangi Kabupaten Cirebon, di mana rotan merupakan keterampilan tangan yang berasal dari bahan dasar rotan, yang melalui proses menjadi sebuah produk kerajinan rumahan yang bermutu seni, dalam bentuk furniture, anyaman, dan bermacam kerajinan rotan lainnya, yang merupakan menjadi andalan daerah setempat.

Industri rotan terus berkembang meskipun pada masa pandemi ada beberapa yang gulung tikar namun masih banyak pabrik rotan yang bertahan.

Kabupaten Cirebon memiliki beberapa desa yang memanfaatkan masyarakat sekitar pabrik untuk menjadi menjadi pengrajin rotan yaitu di daerah Tengah Tani, Tegalwangi, Weru, dan Plumbon.

Salah satunya adalah C. Sulamrattan yang berdiri sejak tahun 2018, yang memasarkan dan menjual produk rotan yang dibuat oleh masyakarat sekitar.

Produk rotan untuk saat ini banyak mengalami perubahan baik dari segi desain maupun warna serta kombinasi bahan baku rotan dengan besi.

Industri rotan kini hadir dengan produk sejenis rotan sintetis dengan bahan baku lebih murah, sehingga menjadikan rotan asli bersaing ketat dengan rotan sintetis sehingga menyebabkan produk rotan alami kurang diminati dipasar lokal.

Untuk itu produk rotan perlu melakukan inovasi dengan mengkombinasikan bahan baku produk rotan asli dengan dengan rotan sintetis menjadi sebuah produk.

Produk tersebut dipasarkan oleh CV Sulamrattan di berbagai negara, seperti Prancis, Mexico, Jepang dan Amerika.

Namun sayangnya, pemasaran CV Sulamrattan masih menggunakan pemasaran secara offline store seperti mengikuti pameran-pameran dan mensuplay langsung kepada para pengesub di negara tersebut.

Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, industri dituntut untuk menggunakan internet dalam pemasaran dan penjulan.

Kemudahan menggunakan internet untuk proses pemasaran dan penjulan menuntut perusahaan penerapkan e-commerce dalam usahanya, sehingga perusahaan perlu mengenal e-commerce sebelum mengaplikasikannya untuk menjalankan usahanya.

E-commerce sediri merupakan penjualan produk fisik atau jasa yang dilakukan secara online menggunakan media elektronik.

E-commerce sangat memudahkan konsumen untuk membeli produk dengan harga yang terjangkau dan efisien.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved