Berita Regional
Ini Perusahaan Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak di Pantai Tirang Semarang
Greenpeace Indonesia melakukan bersih pantai sekaligus brand audit terhadap sampah plastik di pesisir Pantai Tirang, Semarang Barat, Kota Semarang.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Greenpeace Indonesia melakukan bersih pantai sekaligus brand audit terhadap sampah plastik di pesisir Pantai Tirang, Semarang Barat, Kota Semarang.
Hasilnya, terkumpul sampah plastik seberat 38,16 kilogram.
Puluhan kilogram sampah itu didominasi sampah rumah tangga seperti kemasan pasta gigi, sabun, deterjen, mie instan,dan sampo.
Sampah-sampah tersebut berasal dari perusahaan manufaktur ternama di antaranya Mayora, Nestle, Indofood, dan lainnya.
"Kami masih merekap sampah itu untuk mengetahui data pemeringkatan perusahaan penyumbang sampah terbanyak, Selasa atau Rabu selesai," papar Corporate Plastic Campaign Project Lead Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar, Senin (13/11/2023).
Ibar menjelaskan, brand audit bertujuan untuk meminta pertanggung jawaban produsen untuk mengelola kembali sampah kemasan yang mereka hasilkan.
Hal ini sesuai dengan mandat peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk peta jalan pengurangan sampah oleh produsen pada tahun 2030.
Tahun ini kegiatan brand audit difokuskan pada kemasan sachet lantaran kemasan sachet dinilai lebih ekonomis, tetapi sangat sulit terurai.
"Sulit terurai karena sifatnya yang multilayer, sekali pakai, dan jumlahnya yang sangat banyak," jelasnya.
Kegiatan brand audit sekaligus bersih-bersih sampah di pantai merupakan kegiatan tahunan
Greenpeace.
Tahun ini, kegiatan serupa dilakukan pula di Bandung dan Jakarta.
Pantai Tirang Semarang dipilih sebagai lokasi pertama kegiatan brand audit karena lebih siap dari segi relawan maupun dari perizinannya.
Menurut Ibar, kegiatan ini selain bertujuan untuk membersihkan sampah plastik sekali pakai yang mencemari laut, juga untuk menekankan kembali kepada publik bahwa plastik sekali pakai sulit terurai, tidak hanya berakhir di TPA, tetapi juga mencemari sungai dan laut.
Melalui kampanye Break Free From Plastic, pihaknya ingin menekankan tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility) atas pengolahan atau pembuangan produk pasca-konsumen.
"Kami ingin pula mendorong produsen untuk berkomitmen mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan sachet," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/bersih-pantai-Tirang.jpg)