Berita Batang
Pelatihan Thematic Academy dan DEA, Kaum Milenial Batang Siap Bersaing di Era Digital
191 milenial dan tenaga pendidik di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan yang bertujuan mengasah keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sebanyak 191 kaum milenial dan tenaga pendidik di Kabupaten Batang mengikuti pelatihan yang bertujuan mengasah keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Pelatihan berlangsung pada 27-29 Februari 2024.
Peserta pelatihan terbagi dalam Digital Entrepreneurship (DEA) yang diikuti oleh 111 orang, Thematic Academy (TA) sebanyak 40 orang, dan Desain Grafis 40 orang, yang dibagi menjadi 2 kelas.
Dalam kerjasama antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Batang dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDM) Yogyakarta, pelatihan ini mencakup tiga bidang krusial, Desain Grafis, Digital Talent Scholarship (DTS), dan Digital Entrepreneurship (DEA).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batang, Triossy Juniarto, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal yang penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di era digital.
"Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan dorongan penting bagi kaum milenial di sektor pariwisata untuk berkembang dan bersaing," ujarnya.
Dengan semakin mahir dalam memanfaatkan teknologi digital, peserta pelatihan diharapkan dapat memperkuat industri pariwisata dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2023-2026 juga menegaskan komitmen pemerintah Kabupaten Batang dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan daya saing daerah.
Pelatihan ini bukan hanya investasi bagi masa depan kaum milenial, tetapi juga investasi bagi masa depan Kabupaten Batang.
Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, mereka siap menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang.
Pelatihan ini merupakan wujud nyata dari upaya kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tuntutan industri di masa depan.
"Harapannya kesuksesan para peserta pelatihan ini akan menjadi inspirasi bagi bpelaku UMKM, ekonomi kreatif, para pendidik, ASN dan pelajar/mahasisa untuk terus mengembangkan keterampilan di bidang teknologi digital," imbuhnya.
Kepala BPSDMP Yogyakarta, Anton Susanto mengatakan, Digital Talent Scholarship bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital bagi pelaku UMKM sehingga bisa mengembangkan usahanya yang berdampak pada peningkatan perekonomian.
"Dengan pelatihan ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat membangun kewirausahaan untuk mengembangkan bisnis secara digital, mengembangkan keterampilan digital marketing, yang mana diharapkan mereka bisa menjadi pengusaha yang sukses," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.