Berita Batang

Luar Biasa! Pj Bupati Batang dan PT BPR Bapera Raih Top BUMD Award 2024

Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, dan PT BPR Bapera Kabupaten Batang baru-baru ini meraih penghargaan bergengsi Top Pembina BUMD Award 2024.

Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
istimewa
Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, dan PT BPR Bapera Kabupaten Batang baru-baru ini meraih penghargaan bergengsi Top Pembina BUMD Award 2024. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, dan PT BPR Bapera Kabupaten Batang baru-baru ini meraih penghargaan bergengsi Top Pembina BUMD Award 2024.

Penghargaan ini menandai keberhasilan berkelanjutan dalam pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebuah pencapaian yang mengulang kesuksesan tahun sebelumnya yang diraih oleh Perumda Sendang Kamulyan.

"Kolaborasi dengan sinergitas menjadi kunci metode Pentahelix, sehingga dengan kerjasama semua pihak kita dapat meraih prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Batang," tutur Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, dalam rilis, Kamis (21/3/2024).

Tidak hanya Pj Bupati yang mendapatkan pengakuan, PT BPR Bapera sendiri telah dianugerahi Top BUMD Award 2024 dengan label Bintang 4.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bapera, Aji Setya Budi, juga meraih penghargaan Top CEO Award 2024, sebuah pencapaian atas kepiawaiannya dalam mengelola keuangan bank daerah.

"PT BPR Bapera Batang sukses melampaui sejumlah target yang telah ditetapkan. Meskipun menghadapi berbagai kendala dan tantangan, kami berhasil mengatasinya secara bertahap," ungkap Aji Setya Budi.

Pencapaian PT BPR Bapera pada tahun 2023 telah melebihi angka 100 persen, melampaui anggaran yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Dengan jumlah nasabah yang kini mencapai 12.000 orang, terutama berkat produk tabungan yang menarik minat masyarakat, PT BPR Bapera telah mendapat pengakuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perbankan yang sehat dan efisien.

"Hal ini tercermin dari kemampuan aset perusahaan menghasilkan laba bersih atau return on asset (ROA) sebesar 1,9 persen, melampaui standar OJK yang ditetapkan," tambah Aji Setya Budi.

“Hal ini tercermin dari kemampuan aset perusahaan menghasilkan laba bersih atau return on asset (ROA) sebesar 1,9 persen, melampaui standar OJK yang ditetapkan sebesar 1,5 persen, dengan persentase laba yang mencapai 14 persen,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, tahun 2020 awal saya masuk, aset Bapera hanya Rp 57 miliar, posisi kreditnya Rp 45 miliar dan posisi labanya Rp 900 juta.

Setahun kemudian asetnya tumbuh menjadi Rp 75 miliar, kreditnya Rp 55 miliar dan labanya mencapai Rp 1,1 miliar. 

“Prestasi ini menegaskan komitmen PT BPR Bapera dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Batang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved