Selasa, 5 Mei 2026

Berita Batang

Bekas Lapangan Bola Ampera Batang Akan Diubah Jadi Alun-alun Bandar, Ini Harapannya

Bekas lapangan bola Ampera Batang akan diubah jadi Alun-alun Bandar, dianggarkan Rp 1,3 miliar pada 2025.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: m zaenal arifin
Istimewa
Ilustrasi Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Dalam mewujudkan identitas sebagai kota pendidikan, pusat ekonomi, dan ruang terbuka hijau, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, direncanakan dibangun Alun-alun di eks Lapangan Bola Ampera.

Dengan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar, proyek ini diharapkan akan menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

Camat Bandar, Muhammad Nasaruddin, menjelaskan bahwa proyek ini akan dimulai pada tahun 2025 dengan menggunakan dana PIK (Pembangunan Infrastruktur Kecamatan). 

"Pada tahun 2025, kami memiliki program yang menggunakan dana PIK secara khusus untuk membangun Alun-alun Bandar,” tuturnya, Selasa (28/5/2024). 

Anggaran sebesar Rp 1,3 miliar dirasa masih kurang. Namun, ia menyakini Pj bupati, Pj sekda dan para anggota DPRD akan memenuhi kebutuhan di tahun 2025.

Alun-alun Bandar diharapkan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat, sehingga penataannya harus dilakukan dengan serius.

Apalagi Kecamatan Bandar merupakan penghasil hasil bumi. 

“Oleh karena itu, dalam waktu dekat ada sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pengembangan alun-alun ini."

"Namun, terkait gambaran Detail Engineering Design (DED) Alun-alun Bandar, pihak berwenang belum memiliki informasi yang pasti, karena yang membuatnya adalah dinas teknis,” terangnya.

Alun-alun akan menjadi lebih hidup jika ada kegiatan kuliner.

Namun, tetap harus mematuhi aturan dan regulasi terkait jam operasional usaha.

Meskipun pembangunan alun - alun akan berlangsung di tahun 2025, Kecamatan Bandar telah memulai langkah-langkah seperti penataan trotoar di depan kantor Kecamatan. 

“Insya Allah, pada akhir Desember tahun ini, akan ada tambahan trotoar di depan kantor Telkom, serta pelebaran jalan di sebelah gedung NU. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp 300 juta melalui dana PIK,” ungkapnya.

Kecamatan Bandar telah diprogram sebagai kota pendidikan dan pusat ekonomi, karena keberadaan PSDKU UNDIP, Ponpes Tazzaka, serta kantor-kantor pemerintahan dan perbankan. 

“Kami berencana memulai dengan pembangunan monumen atau patung Ki Hajar Dewantara. Dengan adanya UNDIP, SMAN 1 Bandar, SMK NU, dan Ponpes Tazzaka, Bandar mencerminkan kota pendidikan. Oleh karena itu, kita harus merencanakan dan mengelola bersama-sama,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved