Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Tegal

Kenali Gejala Penderita Penyakit TBC, Begini Cara Cegah Penularannya

Pemerintah Kabupaten Tegal serius melakukan upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC). Begini gejala dan cara mencegah penularannya.

Tayang:
Istimewa
Kegiatan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) secara aktif di masyarakat, diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal bekerja sama dengan USAID Bebas TB Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Slawi, Kabupaten Tegal belum lama ini. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal serius melakukan upaya pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC) yang dalam prosesnya berkolaborasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta. 

Kepala Bidang Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) Dinkes Kabupaten Tegal, Sarmanah Ady Muraeny, mengatakan jumlah temuan kasus TBC SO atau sensitif obat di Kabupaten Tegal tahun 2024 ini mencapai 4.708 kasus. 

Jumlah tersebut lebih rendah dari tahun 2023 sebanyak 5.088 kasus, sedangkan tahun 2022 sebanyak 4.448 kasus. 

Dari temuan kasus tersebut, sebanyak 4.447 orang di antaranya kini mulai melakukan pengobatan, di mana 1.057 kasus merupakan TBC anak, 63 TBC resisten obat dan selebihnya adalah TBC ronsen. 

Sarmanah mengungkapkan, gejala seseorang yang terpapar bakteri TBC biasanya mengalami batuk berdahak berwarna kuning lebih dari seminggu, nafsu makan berkurang, sesak nafas, sering keluar keringat di malam hari dan demam.

Baca juga: Perlu Dicoba! Inilah 8 Cara Mengatasi Insomnia

"Sebetulnya, banyak jenis penyakit yang ditularkan oleh bakteri tuberkulosis ini, seperti TBC paru, tulang, usus, hingga kelenjar."

"Namun yang paling banyak ditemukan adalah TBC paru."

"Untuk pengobatannya memerlukan waktu sekitar enam bulan sampai sembuh."

"Sehingga jika ada warga yang mengalami gejala serupa segera memeriksakan diri ke Fasyankes terdekat," papar Sarmanah, dalam rilis yang diterima, Rabu (6/11/2024). 

Jika dinyatakan positif TBC, sambung Sarmanah, maka orang-orang di sekitar juga akan dilakukan pemeriksaan atau investigasi kontak, minimal delapan orang.

Baca juga: Deteksi Dini TBC di Lapas Kelas llB Slawi Tegal, 100 Warga Binaan Jalani Skrining Intensif

Sarmanah berpesan agar masyarakat bisa mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, agar memiliki kekebalan atau imun yang kuat untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

“Pengobatan TBC ini gratis, dan pasien TB bisa sembuh asal patuh,” tegas Sarmanah.

Cara Terhindar dari Infeksi Tuberkulosis (TBC)

Sarmanah menerangkan, penularan penyakit dari infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini, berawal dari droplet yang menyebar melalui udara yang dikeluarkan oleh seseorang pengidap TBC saat bersin, batuk, tertawa, atau mengembuskan napas.

Agar terhindar dari infeksi penyakit ini, Sarmanah menganjurkan setiap orang memakai masker dan menghindari kerumunan, serta memperhatikan sirkulasi udara di sekitar.

Baca juga: Dinilai Aktif dalam Program TBC, Dinkes Kabupaten Tegal Terima Penghargaan dari Kemenkes

"Sedangkan untuk bayi, langkah pencegahan biasanya dilakukan dengan pemberian imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin)," kata Sarmanah. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved