Sabtu, 11 April 2026

PLN UIP JBT

Manager PLN UPP JBT 1 Raih Platinum Leader Performance Berkat Program TJSL Berbasis Kompetensi 

Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, meraih penghargaan 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 pada Nusantara CSR Awards

Editor: Abduh Imanulhaq
IST
Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono (tengah), meraih penghargaan 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance pada Nusantara CSR Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pelaksanaan program TJSL di PLTA Upper Cisokan. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih insan PT PLN (Persero).

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), Nugroho Budi Sulaksono, berhasil meraih penghargaan sebagai 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance pada ajang Nusantara CSR Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Sekitar Proyek PLTA Upper Cisokan.

Dengan skor 90,60, kepemimpinan Nugroho dinilai menunjukkan tingkat keselarasan yang sangat tinggi dalam berbagai aspek strategis, mulai dari pemetaan risiko lokal, perumusan strategi program, implementasi aksi mitigasi, hingga verifikasi dampak di lapangan.

Selain itu, aspek kesiapsiagaan organisasi, pengelolaan komunikasi publik, serta kontribusi terhadap perlindungan nilai ekonomi perusahaan juga menjadi indikator penilaian utama.

Sepanjang periode 2023–2025, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) telah melaksanakan program pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi kepada 179 warga masyarakat di sekitar wilayah pembangunan PLTA Upper Cisokan.

Program ini difokuskan bagi warga masyarakat di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan lokasi strategis pembangunan proyek tersebut.

Program ini dilatarbelakangi kondisi masih banyak masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kemampuan teknis, namun belum dapat terserap dalam proyek karena belum memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara legal. 

Melalui inisiatif ini, PLN mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal ini sejalan dengan implementasi pilar pendidikan dalam TJSL PLN yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta TPB 10 (Mengurangi Ketimpangan).

Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, menyampaikan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam memetakan, merencanakan hingga mengeksekusi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tentunya untuk mengembangkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan program ini juga membuka ruang kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan business as usual, tetapi juga terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang telah diperoleh para peserta dapat dimanfaatkan secara optimal dalam dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tandas Nugroho. (***)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved