Berita Teknologi
Evolusi Game dari Zaman Arcade hingga Era Digital
Berikut ulasan industri game online dan offline yang telah berevolusi dari mesin-mesin kotak sederhana hingga ekosistem digital.
TRIBUN-PANTURA.COM - Industri game online dan offline telah menempuh perjalanan yang menakjubkan, berevolusi dari mesin-mesin kotak sederhana yang memerlukan koin, hingga ekosistem digital kompleks yang dapat diakses di saku setiap orang.
Evolusi ini bukan hanya tentang peningkatan grafis, tetapi juga perubahan fundamental dalam cara kita berinteraksi, bersosialisasi, dan bahkan berkompetisi.
1. Kelahiran dan Masa Keemasan Game Arcade (1970-an - Awal 1980-an)
Fondasi industri game modern diletakkan pada awal tahun 1970-an dengan munculnya game arcade.
Sebelum game masuk ke ruang keluarga, mereka menguasai tempat-tempat hiburan, pusat perbelanjaan, dan arena khusus yang dikenal sebagai "Arcade Center".
Pionir Komersial: Semuanya dimulai dengan Pong (1972), game tenis meja digital sederhana dari Atari yang sukses secara komersial dan membuktikan bahwa video game memiliki pasar yang menjanjikan.
Ikon Global: Era keemasan arcade ditandai oleh fenomena seperti Space Invaders (1978) dan Pac-Man (1980).
Game-game ini memperkenalkan mekanika adiktif, desain karakter yang ikonik, dan budaya bersaing untuk mendapatkan skor tertinggi (high score) yang diabadikan di papan nama.
Keterbatasan: Game arcade menawarkan pengalaman yang intens dan singkat, sering kali terbatas pada kontrol dan grafis 2D yang didasarkan pada teknologi 8-bit.
Baca juga: Rahasia di Balik Kesuksesan Game Open World Modern
2. Kebangkitan Konsol Rumah dan Krisis (Akhir 1970-an - 1980-an)
Seiring dengan kesuksesan arcade, produsen mulai membawa pengalaman bermain game ke rumah.
Penerus Arcade: Konsol seperti Atari 2600 (1977) mempopulerkan penggunaan cartridge (kartrid) yang dapat diganti-ganti, memberikan variasi permainan yang lebih besar kepada konsumen.
Krisis dan Kebangkitan: Industri game sempat mengalami Krisis Video Game 1983 karena kelebihan produksi game berkualitas rendah.
Namun, industri ini bangkit kembali berkat dominasi Nintendo Entertainment System (NES) (1985).
Dengan game seperti Super Mario Bros., Nintendo menetapkan standar kualitas, gameplay yang ketat, dan model bisnis yang lebih terstruktur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/20251020_Game-The-Witcher-3.jpg)