Berita Slawi
Cuma Rp 5.000, Rasakan Segarnya Dawet Beras Khas Tegal Bu Dariah
Ketika Kabupaten Banjarnegara memiliki minuman khas dawet ayu, maka di Tegal juga ada yaitu dawet beras yang cita rasanya tentu berbeda.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Ketika Kabupaten Banjarnegara memiliki minuman khas dawet ayu, maka di Tegal juga ada yaitu dawet beras yang cita rasanya tentu berbeda.
Dari banyaknya penjual dawet beras khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, satu yang masih eksis dan bertahan sampai sekarang yaitu bu Dariah yang biasa mangkal di depan Toko mas Sumber Jaya, Pasar Trayeman Slawi.
Bahkan Dariah mengaku sudah berjualan es dawet beras sekitar 20 tahun lalu, tepatnya sepulang ia merantau dari Jakarta.
Adapun keahlian membuat es dawet beras, diakui Dariah ia peroleh dari sang kakak yang memang sudah lebih dulu berjualan dawet beras.
"Saya dari dulu selalu jualan atau mangkal disini tidak pernah pindah-pindah, ya sudah 20 tahunan lebih.
Bahkan saya jualan mulai pas harga Rp 500 sampai saat ini Rp 5.000 per gelas nya," ungkap Dariah, pada Tribunjateng.com, Selasa (28/12/2021).
Masalah penjualan, ibu sembilan anak ini mengaku tidak bisa merinci setiap harinya habis berapa gelas, tapi paling tidak dalam sehari bisa memperoleh penghasilan Rp 50 ribu jika sedang sepi.
Adapun jika pembeli sedang ramai sehari bisa memperoleh Rp 100 ribu atau lebih.
Dariah membuka lapak setiap hari mulai pukul 09.00 WIB sampai sehabisnya, atau ketika toko di sekitarnya sudah pada tutup maka ia baru pulang biasanya sore hari.
"Kalau saya membuat dawet nya tidak pakai tepung beras saja, tapi ada tambahan bahan lainnya seperti tepung hunkwe dan tepung terigu.
Gula merah nya juga saya pakai yang asli, dan bahan selalu fresh atau baru karena saya membuatnya dadakan saat pagi hari sebelum jualan.
Sehingga kesegarannya lebih terasa ditambah campuran jeruk purut," jelasnya.
Meskipun jenis minuman semakin bervariasi dan penjual es dawet beras juga banyak dimana-mana, tapi Dariah mengaku tidak merasa keberatan karena ia sudah memiliki pelanggan setia.
Es dawet beras juga masih diminati banyak orang, dalam artian masih banyak dicari meskipun lokasi penjualnya sendiri biasa ada di pasar-pasar tradisional.
"Biasanya pelanggan dari Jakarta yang kebetulan sedang berkunjung ke Tegal pasti mampir buat beli dawet ke saya.
Alhamdulillah, meskipun termasuk minuman yang sudah sangat lama tapi masih banyak diminati," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Dariah-sedang-membuatkan-es-dawet-beras-untuk-pembeli-di-lap.jpg)