Selasa, 28 April 2026

Teror Virus Corona

Semarang Disebut Daerah Tertinggi Kasus Covid-19 Aktif di Indonesia, Begini Respon Ganjar

Semarang Disebut Daerah Tertinggi Kasus Covid-19 Aktif di Indonesia, Begini Respon Ganjar

Tayang:
Istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku kaget saat mendapat kabar Semarang sebagai daerah dengan kasus Covid-19 aktif tertinggi di Indonesia. Ia pun segera mengkonfirmasi pihak etrkait, dan meyakini ada ketidakakuratan data yagn disampaikan. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 yang menyebut Kota Semarang menjadi daerah tertinggi dengan kasus orang terinfeksi virus corona aktif di Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons pernyataan ini. Ia mengaku sangat kaget dan segera kroscek ke pihak berkait.

Satgas Covid-19 sempat merilis data pada 29 Agustus 2020, ada 2.317 kasus aktif orang terinfeksi virus corona di Semarang.

Ganjar menduga ada kekeliruan terkait data jumlah kasus yang disebutkan tersebut.

Super Kejam, Ibu Ini Kubur Hidup-hidup Bayi yang Baru Dilahirkannya, Suami di Dalam Penjara

Hindari Tabrak Sepeda Motor, Bus Jursan Jakarta Tabrak Rumah Warga, Kijang dan Supra Rusak Parah

Jangan Salah, Kanker Payudara Juga Bisa Serang Pria, Berikut Penjelasan Ahli

Teka-teki Pendamping Calon Petahana Pilkada Rembang Terjawab, Kader PKB Anak KH Cholil Bisri

"Itu (data) kan keliru dari pusat. Tapi sudah dibetulin. Pak Wali Kota juga sudah statement (soal data)," jelas Ganjar saat ditemui di kantornya, Rabu (2/9/2020).

Mengetahui tingginya angka kasus dari pemerintah pusat itu, Ganjar mengaku kaget.

"Enggak tahu penyebabnya apa, wong saya juga kaget ketika dapat (data) itu. Wow kok begini."

"Maka saya langsung cek ke Dinkes (Dinas Kesehatan) Jateng dan Dinkes Jateng cek ke kota (Pemkot Semarang)," katanya.

Terkait hal ini, Ganjar berharap kepada semua pihak mulai dari tingkat daerah hingga ke pusat agar disiplin dalam menginput data.

"Mudah-mudahan kita bisa saling cek dan ricek. Sebenarnya kalau semua taat disiplin menginput cut off time, jelas tidak ada yang delay, termasuk menggunakan all new record."

"Menurut saya itu akan bisa presisi datanya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan memang ada perbedaan data dari pusat terkait jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Semarang.

"Data real-nya tidak seperti itu. Kalau basic datanya kemungkinan pusat itu by case."

"Makanya kalau kita lihat jumlah terkonfirmasi data Jateng maupun kota itu sekitar 5.000-an orang tapi pusat mencatat 7.000-an sekian."

"Jadi kemungkinan itu berdasarkan tes bukan orangnya," jelasnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Jawa Tengah sedang menganalisa terkait perbedaan data tersebut.

"Jadi perbedaan itu tidak hanya pada yang aktif Covid tapi pada jumlah total terkonfirmasi. Selama ini selisihnya sampai 2.000-an."

:"Kemungkinan dasarnya adalah kalau aktif itu orang bukan dari tes," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Respons Ganjar soal Semarang Disebut Punya Angka Aktif Covid-19 Tertinggi di Indonesia

Temanya Rayakan Kemerdekaan, Isinya Pesta Seks Sesama Jenis, 56 Pria Diamankan Polisi

Ketua DPW PKB Jateng Gus Yusuf: Satu atau Dua Hari Ini Rekomendasi untuk Kendal Keluar

Mulanya Lihat Bercak Darah di Kran Air, Kasdi Temukan Mayat Bayi dalam Kantong Plastik di Musala

Unik, Foto-foto Bupati Temanggung Lantik Pejabat di Tempat Pembuangan Sampah

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved