Berita Batang
Pakar Sejarah Sebut Kebudayan Dieng Berawal dari Kabupaten Batang
Sejumlah situs sejarah yang ditemukan di Kabupaten Batang, memiliki keterkaitan dengan peradaban di Dieng.
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sejumlah situs sejarah yang ditemukan di Kabupaten Batang, memiliki keterkaitan dengan peradaban di Dieng.
Selain situs Sojomerto di Kecamatan Reban, situs Batu Gajah di Kecamatan Wonotunggal, dan situs Balekambang di Kecamatan Gringsing, menjadi bukti peradaban masa Hindu.
Diterangkan pakar sejarah Kabupaten Batang, Mulyono Yahman, beberapa situs itu saling berkaitan dengan komplek candi di Dieng.
Baca juga: Pemkot Semarang Akan Segera Izinkan Bioskop Buka, Ini Syaratnya
Baca juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Drainase Arteri Yos Sudarso Semarang
Baca juga: KAI Daop 5 Purwokerto Lakukan Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
"Bahkan peradaban di Batang bisa dikatakan lebih tua dari pada di Dieng," katanya, Kamis (15/10/2020).
Ia menuturkan, jika diteliti, peradaban di Dieng berawal dari Batang dan lokasi awalnya ada di pesisir Gringsing.
"Dari Balekambang, menyebar ke sejumlah lokasi di Batang, lalu peradaban itu menuju Dieng melalui jalur Hindu purba," katanya.
Diterangkan Mulyono, jalur Hindu purba ada di jalur tembus Batang menuju Banjarnegara via Kecamatan Bawang, tepatnya jalur menuju Dukuh Sigemplong, yang kinu terkenal dengan sebutan Tol di Atas Awan.
Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari ini, Mengalami Kenaikan Rp 2.000 Berikut Daftar Lengkapnya
Baca juga: Pohon Setinggi Sekitar 10 Meter di Jalan Kolonel Sugiono Semarang Tumbang, 2 Orang Jadi Korban
Baca juga: Oknum Jasa Didiga Jual Kapal Sitaan dari Vietnam, Modusnya Dicat Ulang
"Jalurnya ada di sana, beberapa bukti sejarah juga menunjukan tahun 1960-1970 masih ada upacara pemotongan rambut gimbal di wilayah Dukuh Sigemplong, meski sekarang sudah tidak ditemui lagi," paparnya Mulyono.
Ditambahkannya, jika jalur dan kebudayaan lama itu kembali dihidupkan akan menambah daya tarik dunia wisata di Batang.
"Sebenarnya bisa saja dihidupkan kembali, namun butuh pengelola dan perencanaan matang. Selain masyarakat pemerintah juga harus membantu menghidupkan hal itu, kalau dibiarkan pastinya akan hilang ditelan zaman," tambahnya. (bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/candi-arjuna-dieng.jpg)