Kamis, 4 Juni 2026

Berita Batang

Implementasi Santri Sehat Jadi Tema Hari Santri Nasional di Kabupaten Batang

Santri Sehat Indonesia Kuat juga diusung menjadi tema peringatan Hari Santri di Kabupaten Batang.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Bupati Batang Wihaji, saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional, di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Santri Sehat Indonesia Kuat juga diusung menjadi tema peringatan Hari Santri di Kabupaten Batang.

Untuk itu dalam memperingati Hari Santri Nasional, implementasi santri sehat terus ditekankan oleh jajaran Pemkab Batang.

Hal itu berkesinambungan dengan langkah yang dilakukan Pemda untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Baca juga: Wilayah yang Masih Ada Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Tidak Akan Digelar Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Gadaikan Tiga Motor Teman untuk Judi Online, ID Warga Sokaraja Banyumas Diamankan Polisi

Baca juga: Tim PKM UNS Rangkai Mesin Pembuat Tepung Ikan untuk Bantu Kelompok Budidaya Ikan

Baca juga: Alhamdulillah 20 Orang Sembuh dari Covid-19, Klaster Ziarah Banyumas

Menurut Bupati Batang, Wihaji, kedisiplinan menjadi modal utama dalam mewujudkan santri sehat dan menekan angka Covid-19.

"Saya yakin kedisiplinan yang selama ini diajarkan ke santri bisa jadi solusi guna mewujudkan santri sehat, serta mampu menekan penyebaran Covid-19," paparnya, Kamis (22/10/2020).

Dilanjutkannya, dengan kedisiplinan protokol kesehatan juga menjadi langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

Baca juga: Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Umi: Para Santri Harus Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan

Baca juga: Hewan Dilindungi Kera Owa Jawa Milik Warga Semarang Lepas di Pemukiman, BKSDA Jateng Turun Tangan

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Pekalongan Kamis 22 Oktober 2020, Wiradesa Paling Tinggi

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Kamis 22 Oktober 2020

"Beberapa pesantren terus melakukan upaya pencegahan, pengendalian dan penanganan Covid-19, hal itu menjadi bukti pesantren juga bisa menjalankan protokol kesehatan di tengah berbagai keterbatasan fasilitas yang dimiliki," paparnya.

Ditambahkannya, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci mengatasi penyebaran Covid-19.

"Saya berharap santri selalu mematuhi protokol kesehatan, untuk meminimalisir terjadinya penularan dan munculnya klaster pondok pesantren baru," tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved