Breaking News:

Berita Nasional

73,8 Persen Responden Setuju, Hari Ini Masyarakat Makin Sulit Unjuk Rasa, Ini Hasil Survei IPI

73,8 Persen Responden Setuju, Hari Ini Masyarakat Makin Sulit Unjuk Rasa, Ini Hasil Survei IPI

Istimewa
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia (IPI), Burhanuddin Muhtadi. 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Unjuk rasa (unras) merupakan aksi konstitusional dan dijamin undang-undang. Namun, belakangan ini masyarakat dirasa makin sulit menggelar unjuk rasa.

Setidaknya, hal itu berdasarkan survei nasional yang digelar Indikator Politik Indonesia (IPI).

Hasil survei menunjukkan, 73,8 persen responden setuju bahwa masyarakat semakin sulit menggelar unjuk rasa.

Baca juga: Wartawan Dapat Intimidasi dari Oknum Polisi saat Meliput Aksi Penolakan UU Cipta Kerja di Gubernuran

Baca juga: Sugi Nur Raharja Ditahan Polisi, Tersangka Kasus Penghinaan dan Ujaran Kebencian terhadap NU

Baca juga: Pengelola Objek Wisata di Temanggung Perketat Protokol Kesehatan, Hindari Munculnya Klaster Piknik

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kabupaten Pekalongan Penuh, Dinkes: Nanti Disatukan di Ruangan

Persentase itu didapat dari dua kategori jawaban responden, yakni 20,8 persen menyatakan sangat setuju dan 53 persen responden menyatakan agak setuju.

Sementara, sebanyak 19,6 persen responden menyatakan kurang setuju dan 1,5 persen responden menyatakan tidak setuju sama sekali.

Sebanyak 5,1 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

"Yang menyatakan sangat setuju (20,8 persen) memang agak imbang dengan yang mengatakan tidak setuju (19,6 persen)," ujar Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual, Minggu (25/10/2020).

"Tetapi yang menyatakan agak setuju, ini yang lebih dekat ke setuju atau yang cenderung setuju, itu mayoritas (53 persen)," lanjut dia.

Total responden, diketahui berjumlah 1.200, terdiri dari 50,3 persen laki-laki dan 49,7 persen perempuan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved