Berita Batang
Menelisik Simbol Jasa Keamanan Truk Jalur Pantura
Sebuah simbol berupa nama ataupun singkatan berukuran tak begitu besar, tertempel di salah satu sudut bagian truk yang melintas di Jalur Pantura.
TRIBUN-PANTURA.COM, BATANG - Sebuah simbol berupa nama ataupun singkatan berukuran tak begitu besar, tertempel di salah satu sudut bagian truk yang melintas di Jalur Pantura Jateng.
Tanda tersebut acap kali ada di truk berjenis long sasis, ataupun truk kontainer yang sering melintasi Pulau Jawa dan Sumatra.
Sakram, S.H.B, dan beberapa tulisan lainya acap kali terlihat melekat di sudut bagian belakang truk-truk tersebut.
Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal Hari Sabtu 7 November, Buka di Pasar Bandung dan 2 Tempat Lainnya
Baca juga: Dekati Istri Orang, Coro di Blora Ditangkap Polisi Gara-gara Ini
Baca juga: Nikah Siri dengan Caleg DPRD Ketua KPU Dipecat, Dapat iPhone dan Janjikan Penambahan Suara
Baca juga: Detik-detik Polisi Dikepung Warga saat Tangkap Bandar Narkoba, Dilempari Batu Kendaraan Dirusak
Tulisan tersebut bukan penanda biasa, atau ulah iseng yang terpatri di bagian sebuah truk.
Tanda tersebut menjadi penujuk pihak yang melakukan backup atau menamengi keamanan truk di jalanan.
Masyarakat yang mengetahui adanya simbol itu, menganggap, tanda tersebut menjadi bukti adanya tindak premanisme berkedok jasa keamanan, Karena ada pihak yang meminta sejumlah uang untuk jasa tersebut.
Namun para pengemudi truk 180 derjat menanggapi hal itu, dan tak sepakat dengan asumsi masyarakat mengenai simbol premanisme.
Pasalnya, para pengemudi truk membutuhkan jasa keamanan jalanan saat melintasi berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra.
Mereka menyatakan, kerawanan tindak kejahatan jalanan masih sering dialami, petugas Kepolisan maupun Dishub juga dianggap kurang memberi rasa aman.
"Jujur saja, petugas belum bisa memberikan rasa aman bagi kami. Justru adanya jasa kaemanan jalanan membantu kami saat berhadapan dengan tindak kriminal di jalan," papar Hasan pengemudi truk lintas provinsi, asal Kendal saat ditemui Tribun-Pantura.com di Jalur Pantura Batang, Sabtu (7/11/2020) dini hari.
Dilanjutkannya, terkiat biaya untuk jasa kemanan, bukan urusan pengemudi truk, karena pihak keamanan jalanan langsung berhubungan dengan pemilik truk atau perusahaan.
"Kami hanya nyupir jadi tidak tahu berapa biayanya. Yang jelas pihak keamanan jalanan selalu standby di jalur yang kami lintasi."
"Tapi saya pernah mengantarkan amplop berisi uang untuk mereka, namun saya tidak berani membuka amplop itu dan melihat jumlahnya, amplopnya lumayan tebal pokoknya," jelasnya.
Terpisah, Slamet, pengemudi truk asal Jombang Jatim, mengaku pernah mengalami insiden pemerasan disertai kekerasan saat mengantar barang ke Sumatra.
Baca juga: BLT Pekerja Termin II Segera Cair, Menaker Ida Fauziyah: Subsidi Gaji Mulai Ditransfer Hari Minggu
Baca juga: Update Pilpres AS, Joe Biden Dekati Angka Kemenangan, Trump Ngamuk: Mereka Coa Curi Pemilu!
Baca juga: Update Pilpres AS, Joe Biden Dekati Angka Kemenangan, Trump Ngamuk: Mereka Coa Curi Pemilu!
Baca juga: Covid-19 di Tegal Tembus 518 Kasus, Wawali Jumadi: Angka Kesembuhan Meningkat, tapi . . .
"Hampir saja saya jadi korban kekerasaan, namun jasa keamanan yang disewa perusahaan saya bekerja, turun tangan, dan kelompok yang melakukan pemalakan pergi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/tulisan-sakram-dan-shb-simbol-yang-sengaja-dibenamkan-di-bagian-belakang.jpg)