Breaking News:

Berita Wonosobo

Mark WNA Afrika Selatan Dideportasi Kantor Imigrasi Wonosobo, Diilaporkan Ajak Wanita Lakukan Ini

Mark WNA Afrika Selatan Dideportasi Kantor Imigrasi Wonosobo, Diilaporkan Ajak Wanita Lakukan Ini

Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribunpantura.com/Saiful Masum
Konferensi pers pencekalan dan pendeportasian WNA asal Afrika Selatan karena telah meresahkan masyarakat, Senin (9/11/2020). 

TRIBUNPANTURA.COM, WONOSOBO - Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo mendeportasi Mark Berchowitz (46) warga Negara Afrika Selatan lantaran telah sering meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Magelang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Henki Irawan, mengatakan deportasi terhadap Mark ke negara asal rencananya dilakukan besok, Selasa (10/11/2020).

WNA tersebut bakal dimasukkan daftar cekal, sehingga setidaknya tidak boleh bepergian ke Indonesia selama kurang lebih 1 tahun.

Baca juga: Baru Bebas dari Lapas, Warga Nigeria Dideportasi Rudenim Semarang, Retno: 12 WNA Lain Menunggu

Baca juga: Wasmad Wakil Ketua DPRD Inisiator Konser Dangdut Segera Jalani Sidang di PN Tegal, Ini Jadwalnya

Baca juga: Otaki Penebangan 83 Pohon Median Jalan, Pengusaha Reklame Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Baca juga: Cerita Pilu Chen Chen 4 Tahun Huni Rudenim Semarang, Orang Medan Berkewarganegaraan Taiwan

"Deportasi kita lakukan besok Selasa. Ia kami deportasi karena sudah sangat meresahkan masyarakat atas tindakannya."

"Semua itu berawal dari laporan beberapa masyarakat kepada Polres Magelang dan berkordinasi dengan pihak Imigrasi Wonosobo," terangnya, Senin (9/11/2020).

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo, Uckhy Aditya menjelaskan, dari riwayat perjalanan, Mark sebelumnya sudah melakukan beberapa perjalanan dari Bali-Surabaya-Yogyakarta dan Magelang.

Semuanya dilakukan untuk berwisata di sejumlah tempat tanpa ada unsur pekerjaan maupun lainnya.

Khusus di Magelang, lanjutnya, Mark sudah tinggal selama 3 bulan dan tidak bisa kembali ke negara asal karena pandemi Covid-19.

Diduga jenuh dengan rutinitasnya, Mark pun melakukan sejumlah aksi tidak senonoh kepada para perempuan yang ditemuinya.

Kata Uckhy, terdapat dua laporan atas perbuatan tidak menyenangkan Mark di minimarket dan kantor notaris Magelang.

Di minimarket, Mark menawarkan uang dan mengajak lawan jenis untuk bersenang-senang (bersetubuh) dengannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved