Penanganan Corona

Dihukum Nyapu Makam di Ngaliyan karena Tak Pakai Masker, Candra Bikin Video: Ora Kerjo Sek, Prei

Dihukum Sapu Makam di Ngaliyan karena Tak Pakai Masker, Candra Bikin Video: Ora Kerjo Sek, Prei

Tribunpantura.com/Eka Yulianti Fajlin
Pelanggar protokol kesehatan di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan disanksi menyapu pemakaman, Kamis (12/11/2020). 

"Ora nganggo masker gaes. Dikon nyapu makam. Aku nyapu tenan ki loh. Ora kerjo sek, prei," ucap Candra, saat bikin video sembari menyapu makam.

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - 74 orang terjaring razia penegakan protokol kesehatan yang dilakukan Satpol PP Kota Semarang di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Kamis (12/11/2020).

Mereka harus menjalani hukuman fisik berupa menyapu area pemakaman di Kelurahan Wates.

Sebagian pelanggar juga diajak doa bersama di pemakaman. Kemudian, mereka harus menjalani rapid test.

Baca juga: 12 November, Jenderal Soedirman Diangkat Jadi Panglima Pertama Tentara, Hari Ini 75 Tahun yang Lalu

Baca juga: Liverpool Kembali Menderita, Joe Gomez Cedera Parah saat Latihan Bersama Timnas Inggris

Baca juga: Insentif Penanganan Covid-19 Rp4,5 Miliar Cair, untuk 250 Dokter dan Nakes di Blora

Baca juga: Ingin Dapat Dana Rp100 Juta Program Desa Merdeka Sampah? Berikut Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Tidak semua menjalani rapid test karena beberapa pelanggar enggan melakukan rapid test.

Setidaknya, ada 23 pelanggar menjalani rapid test. Satu orang dinyatakan reaktif.

Saat diberi hukuman oleh petugas, justru menjadi momen bagi seorang pelanggar, Candra, untuk membuat video.

Dia langsung mengeluarkan handphone untuk mengabadikan momen saat menyapu di pemakaman.

"Ora nganggo masker gaes. Dikon nyapu makam. Aku nyapu tenan ki loh. Ora kerjo sek, prei," ucap Candra, saat bikin video sembari menyapu makam.

Menurutnya, sanksi menyapu makam cukup berat. Namun, apa pun sanksinya harus ia jalani karena memang bersalah.

Pelanggar protokol kesehatan di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan disanksi menyapu pemakaman, Kamis (12/11/2020).
Pelanggar protokol kesehatan di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan disanksi menyapu pemakaman, Kamis (12/11/2020). (Tribunpantura.com/Eka Yulianti Fajlin)

Dia mengaku, saat pergi ke luar rumah ia selalu memakai masker. Hanya saja kali ini dia terburu-buru berangkat kerja hingga lupa memakai masker.

"Biasanya ya pakai, cuma tadi buru-buru," ucapnya.

Pelanggar lain, Tohir juga senada. Dia lupa tidak memakai masker lantaran terburu-buru. Dia pun mengaku salah dan bersedia menerima sanksi yang diberikan.

"Razia seperti ini ya tidak apa-apa. Demi kenyamanan biar sehat, disiplin. Masih untung tidak kena denda kaya yang ada di berita-berita."

"Saya terima karena saya salah tidak pakai masker," papar Tohir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved