Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

KIT Batang akan Dapat Suntikan Dana Rp 14 Triliun Lebih, Begini Kata Bupati Wihaji

KIT Batang Akan Dapat Suntikan Dana Rp 14 Triliun Lebih, Begini Kata Bupati Wihaji

Tribunpantura.com/Budi Susanto
Sejumlah kendaraan berat tengah mengerjakan pembangunan akses menuju KIT Batang yang terletak di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Senin (12/10/2020). 

"Guna mempercepat pembangunan untuk menarik investor ke KIT Batang, pemerintah pusat akan membuka kran pendanaan lewat APBN mencapai Rp13,5 triliun." ~ Bupati Batang, Wihaji.

TRIBUNPANTURA.COM, BATANG - KIT Batang mendapat gelontoran pendanaan dari APBN dengan total mencapai Rp14 triliun lebih.

Pembanguan fase pertama di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang ditargetkan rampung dan siap ditempati Januari 2021 mendatang.

Tercatat ada empat BUMN yang menangani pembangunan KIT Batang dengan porsi saham berbeda.

Baca juga: Wihaji: Perusahaan Otomotif Korea Selatan Hyundai Grup Dipastikan Tempati KIT Batang

Baca juga: Kapolda Jateng, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar: 3 Sosok Ini Ramaikan Bursa Calon Kapolri

Baca juga: Deretan HP Harga di Bawah Rp 3 Juta Bulan November 2020

Baca juga: Cetak Gol Terakhir lalu Jatuh Tengkurap di Lapangan, Kronologi Meninggalnya Ricky Yacob

Data yang diterima Tribunpantura.com, terkait Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI, 19 November lalu menyebutkan, PT KIW memiliki 30 persen saham dalam pengelolaan KIT Batang. 

Sedangkan PT Pembangunan Perumahan (PP) memiliki porsi saham 35 persen, sementara 25 persen pengelolaan ada di tangan PTPN 9, dan 10 persen saham milik Pemkab Batang. 

Untuk mendukung percepatan pembangunan KIT Batang, suntikan pendanaan lewat PMN juga sudah digodok oleh pemerintah pusat. 

Nantinya, dana mencapai Rp977 miliar lewat PT KIW untuk Perusahaan Usaha Patungan (PUP) di KIT juga akan dikucurkan pada 2021 mendatang. 

Alokasi tambahan modal tersebut juga sudah dijabarkan ke DPR RI, dengan rincian untuk pekerjaan persiapan di KIT Batang senilai Rp35 miliar, pekerjaan penyiapan lahan Rp533 miliar lebih, dan penyiapan infrastruktur Rp408 miliar lebih. 

Tak cukup sampai di situ, menurut Bupati Batang, Wihaji, sokongan dana juga akan digelontorkan pemerintah pusat lewat APBN dengan nilai yang fantastis. 

"Guna mempercepat pembangunan untuk menarik investor ke KIT Batang, pemerintah pusat akan membuka kran pendanaan lewat APBN mencapai Rp13,5 triliun," jelasnya, Sabtu (21/11/2020).

Dilanjutkannya, untuk menarik investor, BUMN yang tergabung dalam konsersium KIT Batang terus melakukan sinergi, bersama BKPM dan pemerintah pusat. 

"Tujuan kami sesuai dengan titah Presiden Jokowi yaitu membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya," tuturnya. 

Bupati Wihaji, menambahkan penyertaan modal tersebut guna menciptakan kawasan industri ramah investasi, dan melayani investor yang akan relokasi. 

"Adanya KIT Batang juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Provisi Jateng sebesar 7 persen, sesuai Perpres nomor 79 tahun 2019. Serta menjamin keberlangsungan PUP dalam mengelola KIT Batang, mengingat terdapat free pemanfaatan lahan sampai 5 tahun," tambahnya. (bud)

Baca juga: Rekomendasi 15 Hp Harga di Bawah Rp2 Juta November 2020, Berikut Daftar Lengkap dan Ulasannya

Baca juga: Messi Ngebet ke Manchester City, Respon Mengejutkan Pep Guardiola: Bertahan di Barcelona, Leo!

Baca juga: Tiga Orang Penambang Tewas Tertimbun Longsor

Baca juga: Ini Janji Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran setelah Resmi Dilantik: Prinsip Saya Satu . . .

Penulis: budi susanto
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved