Breaking News:

Pilkada 2020

Sudah Ada 14 Kegiatan Konvoi Kampanye Pilkada di Jateng Dibubarkan, Ganjar Minta Bawaslu Tegas

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta semua pihak untuk bersama- sama mencegah potensi kerumunan yang dapat berpeluang menularkan virus.

Tribunpantura.com/Mamduk Adi P
Ketua Bawaslu Jateng, Fajar Saka 

TRIBUN-PANTURA.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta semua pihak untuk bersama- sama mencegah potensi kerumunan yang dapat berpeluang menularkan virus corona Covid-19.

Tak terkecuali pada saat kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) yang saat ini masih berlangsung hingga awal Desember 2020 mendatang. Ada 21 kabupaten/ kota di Jateng yang selenggarakan pesta demokrasi.

"Ada sejumlah agenda ke depan yang bisa memunculkan keramaian. Kerumunan- kerumunan diharapkan bisa dikurangi, terutama pada pilkada," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas di Sungai Serayu Banjarnegara, Warga Malang Ini Sempat Tinggalkan Pesan

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 Membengkak, Beberapa RS di Kabupaten Tegal Tambah Ruang Isolasi

Baca juga: 81 Orang Jalani Tes Swab, Pasar Suradadi Kabupaten Tegal Belum Ditetapka Sebagai Klaster Baru

Baca juga: 278 Karyawan di Kabupaten Pemalang Terkonfirmasi Covid-19

Ia pun menyinggung proses kampanye pilkada di beberapa daerah dimana pasangan calon dan pendukungnya tidak menerapkan protokol kesehatanan (prokes) ketat, semisal mengenakan masker, jaga jarak dan sebagainya.

Ganjar menyebut proses kampanye di Kabupaten Klaten dan Kabupaten Pekalongan yang belum begitu ketat menerapkan prokes.

"Pilkada di Klaten. Lalu kemarin sempat viral di Kabupaten Pekalongan, ada konvoi. Saya minta agar Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), tegas saja. Jangan ragu- ragu untuk melarang (kegiatan yang tidak menerapkan prokes," tukasnya.

Seperti diketahui, video konvoi sepeda motor saat kampanye pilkada sempat viral dan ramai diperbincangkan warganet. Di masa pandemi ini, orang- orang dalam video itu tidak memakai masker.

Ganjar menambahkan, partai-partai politik sebelumnya sudah sepakat bahwa paslon peserta pilkada harus menerapkan prokes ketat.

"Mereka (paslon) lebih didorong untuk kampanye virtual. Serta pertemuan dengan peserta terbatas juga harus diikuti," tandasnya.

Sementara itu, Bawaslu menuturkan kampanye pilkada yang sudah berlangsung sejak 26 September lalu masih diwarnai dengan adanya konvoi para pendukung pasangan calon. Padahal, tindakan berkendara maupun jalan kaki keliling secara bersama-sama itu telah dilarang.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Rival Almanaf
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved