Sabtu, 18 April 2026

Berita Slawi

Pemkab Tegal Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Bagi Pasien Covid-19

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemkab Tegal berencana menambah kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Bupati Tegal Umi Azizah, tinjau kesiapan ruang isolasi Gedung Baruna berlantai tiga di RSUD Suradadi yang akan menampung 66 orang pasien Covid-19, Kamis (26/11/2020) kemarin. Pemantauan pasien dilakukan melalui kamera CCTV yang terpasang di setiap kamar. Di sini, Umi pun sempat berdialog dengan pasien konfirmasi melalui saluran komunikasi yang terhubung ke meja resepsionis perawat.  

TRIBUN-PANTURA.COM, SLAWI - Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Pemkab Tegal berencana menambah kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan. 

Sebelumnya, sudah ada 267 tempat tidur pasien corona yang tersebar di sembilan rumah sakit di Kabupaten Tegal dengan tingkat keterisian di atas 90 persen. 

Sedikitnya, 158 tempat tidur tambahan akan disiapkan dengan memanfaatkan ruang dan gedung baru di RSUD Suradadi.

Informasi tersebut terungkap saat Bupati Tegal Umi Azizah lakukan peninjauan di RSUD Suradadi, Kamis (26/11/2020) kemarin. 

Direktur RSUD Suradadi Ruzaeni saat mendampingi kunjungan Bupati Umi mengatakan, dari kapasitas 38 tempat tidur di Gedung Baruna untuk pasien corona akan ditambah menjadi 66 tempat tidur. 

“Seluruh kamar rawat inap di Gedung Baruna berlantai tiga ini sudah kami alih fungsikan sebagai ruang isolasi untuk menampung 66 orang pasien, baik itu pasien suspek dengan gejala ringan hingga sedang maupun pasien konfirmasi. Untuk pasien konfirmasi kita tempatkan di lantai dua, sementara pasien suspek di lantai satu dan tiga,” ujar Ruzaeni, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (27/11/2020). 

Seluruh ruang isolasi di Gedung Baruna, lanjut Ruzaeni, sudah dilengkapi dengan sarana televisi dan pendingin udara. 

Pihaknya juga tengah menyiapkan ruangan di lantai dua gedung rawat jalan untuk menampung sekitar 60 pasien Covid-19

Untuk memfungsikannya, pihaknya harus memperhatikan tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna. Jika sudah di atas 80 persen, maka secepatnya ruangan tersebut bisa difungsikan.

“Dari 66 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Gedung Baruna, tingkat keterisiannya saat ini 56 persen, terdiri dari 30 pasien suspek dan tujuh pasien konfirmasi,” ungkapnya.

Ada pula satu gedung penunjang yang saat ini sedang dalam penyelesaian pembangunan. 

Rencananya, setelah diserahkan ke pihak RSUD Suradadi tanggal 15 Desember 2020 mendatang, gedung yang sedianya untuk ruang radiologi dan laboratorium ini akan difungsikan sementara untuk menampung pasien Covid-19, dengan kapasitas antara 60 hingga 70 tempat tidur.  

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji menambahkan, nantinya pasien konfirmasi yang dirawat di RSUD Suradadi ini juga berasal dari luar Kabupaten Tegal. Yaitu Kabupaten Brebes dan Kota Tegal yang kemungkinan di kedua wilayah tersebut kekurangan tempat tidur.

“Di sini, kami menyiapkan ruang isolasi untuk pasien konfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan yang rencananya akan kita tempatkan di lantai dua gedung rawat jalan. Termasuk di gedung penunjang jika tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna dan rawat jalan ini penuh, di atas 80 persen,” jelas Hendadi.

Meski demikian, ada syarat bagi orang terkonfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan untuk diisolasi di RSUD Suradadi ini, yaitu mereka yang tidak memungkinkan menjalani isolasi mandirinya di rumah. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved